Home / Pendidikan / Resmi Dilantik Jadi Kadisdik Kota Bekasi, Chondro Siap Perkuat Tata Kelola Pendidikan Yang Transparan dan Akuntabel  

Resmi Dilantik Jadi Kadisdik Kota Bekasi, Chondro Siap Perkuat Tata Kelola Pendidikan Yang Transparan dan Akuntabel  

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Chondro Wibhowo Mahartoyo Sukmo resmi dilantik sebagai Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kota Bekasi definitif oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, Kamis (30/7/2026). Pelantikan tersebut menjadi penegasan kepercayaan Pemerintah Kota Bekasi terhadap Chondro setelah sebelumnya mengemban tugas sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan.

Penetapan Chondro sebagai Kadisdik definitif dinilai sebagai langkah strategis untuk menjaga kesinambungan program pembangunan sektor pendidikan di Kota Bekasi. Selama memimpin Dinas Pendidikan sebagai Plt, ia dinilai berhasil menjaga stabilitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendorong sejumlah inovasi dalam pelayanan publik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Dengan pengalaman panjang di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Chondro bukan sosok baru dalam birokrasi pendidikan. Sebelum dipercaya memimpin dinas, ia pernah menduduki berbagai posisi strategis, termasuk sebagai Sekretaris Dinas Pendidikan. Pengalaman tersebut membentuk pemahaman yang kuat terhadap tata kelola pemerintahan, manajemen pendidikan, hingga berbagai persoalan yang selama ini menjadi tantangan dunia pendidikan di Kota Bekasi.

Salah satu capaian yang mendapat perhatian selama masa kepemimpinannya adalah keberhasilan mengawal pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027. Di tengah tingginya antusiasme masyarakat dan kompleksitas proses penerimaan peserta didik, pelaksanaan SPMB di Kota Bekasi dinilai berlangsung tertib, kondusif, transparan, serta minim gejolak.

Chondro menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan SPMB tidak terlepas dari penerapan tiga pilar utama yang menjadi fondasi pelaksanaan program, yakni transparansi, sinergi antarpemangku kepentingan, serta kepemimpinan yang tegas dan bijaksana.

“Pelaksanaan SPMB harus berlandaskan prinsip tata kelola yang baik dengan menjunjung tinggi transparansi, keadilan, dan akuntabilitas. Seluruh informasi mengenai tahapan seleksi disampaikan secara terbuka agar mudah diakses masyarakat. Setiap calon peserta didik memperoleh hak dan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi, sementara setiap proses dan keputusan dapat dipertanggungjawabkan secara jelas dan terukur,” ujar Chondro usai pelantikan.

Menurutnya, keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja kolektif seluruh jajaran Dinas Pendidikan, satuan pendidikan, serta dukungan berbagai pihak yang terlibat dalam proses penerimaan peserta didik baru.

Ia menjelaskan, sejumlah langkah strategis telah dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai ketentuan. Di antaranya memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah dan sekolah, menghadirkan Posko Layanan SPMB yang responsif baik secara daring maupun luring, serta memastikan proses verifikasi dan validasi berkas dilakukan secara objektif, cermat, dan profesional.

Selain itu, Dinas Pendidikan juga terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat guna mengantisipasi berbagai kendala yang muncul selama proses pendaftaran. Pendekatan tersebut dinilai efektif dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap sistem penerimaan peserta didik yang dijalankan pemerintah daerah.

Dengan telah dilantiknya sebagai Kepala Dinas Pendidikan definitif, Chondro kini mengemban tanggung jawab yang lebih besar untuk melanjutkan berbagai program pembenahan yang telah dirintis. Tantangan ke depan tidak hanya terkait peningkatan akses pendidikan, tetapi juga peningkatan kualitas pembelajaran, pemerataan mutu pendidikan, penguatan kompetensi tenaga pendidik, hingga pemanfaatan teknologi dalam sistem pendidikan.

Pemerintah Kota Bekasi berharap kepemimpinan Chondro dapat semakin memperkuat tata kelola pendidikan yang transparan, profesional, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan peserta didik. Di tengah dinamika perkembangan dunia pendidikan yang terus berubah, keberadaan pemimpin yang memahami kebutuhan lapangan dan memiliki pengalaman birokrasi yang matang dinilai menjadi modal penting untuk mewujudkan pendidikan Kota Bekasi yang lebih maju, inklusif, dan berdaya saing. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *