Home / Nasional / Survei Kepuasan Prabowo Turun 30 Poin, Dasco: Jadi Bahan Evaluasi dan Perbaikan Pemerintah

Survei Kepuasan Prabowo Turun 30 Poin, Dasco: Jadi Bahan Evaluasi dan Perbaikan Pemerintah

Jakarta, sidikbangsa.com – Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menyatakan pihaknya akan mempelajari secara mendalam hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang menunjukkan penurunan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Dasco, hasil survei tersebut tidak dapat diabaikan dan harus menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah dalam melakukan evaluasi terhadap berbagai program maupun kebijakan yang telah dijalankan. Ia menegaskan bahwa setiap temuan survei yang kredibel perlu dikaji secara objektif untuk melihat sejauh mana persepsi masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini.

“Kami juga sedang mempelajari, juga kami kaji, dan tentunya hasil survei juga itu adalah berupa masukan-masukan yang nantinya akan kami komparasikan,” ujar Dasco kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/7/2026).

Dasco menilai, survei publik merupakan salah satu instrumen penting untuk mengukur respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah. Karena itu, pemerintah diharapkan tidak hanya menjadikan hasil survei sebagai angka statistik semata, melainkan sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai aspek yang dinilai masih kurang oleh masyarakat.

Ia berharap pemerintah dapat mencermati faktor-faktor yang menyebabkan menurunnya tingkat kepuasan publik dan segera mengambil langkah-langkah perbaikan yang diperlukan. Dengan demikian, berbagai program yang sedang berjalan dapat kembali memperoleh kepercayaan masyarakat.

“Kami berharap pihak pemerintah dalam hal ini kemudian mengimbangi apabila memang hasil kajiannya ada beberapa hal yang kemudian memang terjadi pada saat ini,” kata Dasco.

Politikus Gerindra tersebut juga menegaskan bahwa validitas hasil survei perlu dilihat berdasarkan kondisi nyata di lapangan. Jika hasil kajian tersebut memang mencerminkan situasi yang dirasakan masyarakat saat ini, maka temuan tersebut dapat menjadi pijakan bagi pemerintah untuk melakukan pembenahan.

“Kalau memang hasil kajiannya kemudian memang sesuai dengan keadaan pada saat itu, tentu bisa menjadi bahan evaluasi,” ujarnya.

Sebelumnya, SMRC merilis hasil survei yang menunjukkan adanya penurunan signifikan tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto. Pada November 2025, tingkat kepuasan publik tercatat mencapai 81,2 persen. Namun angka tersebut terus mengalami penurunan dalam dua survei berikutnya.

Dalam survei periode 26 Februari hingga 5 Maret 2026, tingkat kepuasan turun menjadi 66,4 persen. Sementara pada survei terbaru Juli 2026, angka tersebut kembali merosot menjadi 51,1 persen.

Dengan demikian, dalam rentang sekitar sembilan bulan, tingkat kepuasan publik terhadap Presiden Prabowo tercatat turun sekitar 30,1 poin persentase. Penurunan yang berlangsung secara bertahap tersebut menjadi salah satu sorotan penting dalam dinamika politik nasional, sekaligus menjadi sinyal bagi pemerintah untuk memperkuat komunikasi publik dan meningkatkan efektivitas pelaksanaan program-program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Meski demikian, hasil survei tersebut juga menunjukkan bahwa mayoritas responden masih menyatakan puas terhadap kinerja Presiden, meskipun tren penurunannya menjadi perhatian serius bagi pemerintah maupun para pendukung pemerintahan dalam menjaga tingkat kepercayaan publik ke depan. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *