Beranda / Daerah / Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Dari dan Menuju Ende Usai Gempa M7,7

Wings Air Hentikan Sementara Penerbangan Dari dan Menuju Ende Usai Gempa M7,7

Jakarta, sidikbangsa.com – Maskapai Wings Air menghentikan sementara seluruh penerbangan berjadwal dari dan menuju Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), mulai Sabtu (15/8/2026). Kebijakan tersebut diambil menyusul gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah NTT dan Flores.

Penghentian operasional berlaku hingga pemberitahuan lebih lanjut. Wings Air terlebih dahulu melakukan evaluasi terhadap kondisi Bandar Udara H. Aroeboesman, Ende (ENE), untuk memastikan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

Corporate Communications Strategic Wings Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan keputusan tersebut merupakan langkah preventif di tengah situasi pascagempa.

“Keputusan ini merupakan langkah kehati-hatian dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan pelanggan, awak pesawat, serta seluruh pihak yang terlibat dalam operasional penerbangan,” kata Danang, Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan informasi resmi BMKG, gempa M7,7 berpusat sekitar 38 kilometer timur laut Mbay, Nagekeo, dengan kedalaman 10 kilometer. Guncangan dirasakan di sejumlah wilayah Flores, termasuk Ende.

Wings Air mengategorikan penghentian sementara tersebut sebagai force majeure, yakni kondisi di luar kendali perusahaan yang berdampak langsung terhadap kegiatan operasional penerbangan.

Sejumlah penerbangan yang terdampak meliputi rute Kupang-Ende, Ende-Labuan Bajo, Labuan Bajo-Ende, serta Ende-Kupang. Penerbangan dengan nomor IW1831, IW1952, IW1953, IW1830, IW1957, dan IW1956 untuk sementara dibatalkan sesuai jadwal yang terdampak.

Penumpang Bisa Reschedule atau Refund

Bagi pelanggan yang terdampak pembatalan, Wings Air menyediakan pilihan penyesuaian perjalanan sesuai ketentuan yang berlaku. Penumpang dapat mengajukan reschedule atau perubahan jadwal penerbangan maupun refund atau pengembalian biaya tiket.

Wings Air juga meminta pelanggan memantau informasi resmi perusahaan sebelum melakukan perjalanan, mengingat kondisi operasional masih dapat berubah berdasarkan hasil evaluasi di lapangan.

Selain Bandar Udara H. Aroeboesman, Wings Air masih melakukan pengecekan terhadap dua bandara lain di Flores, yakni Bandar Udara Frans Sales Lega, Ruteng (RTG), dan Bandar Udara Soa, Bajawa (BJW).

Pengecekan dilakukan melalui assessment operasional serta koordinasi dengan otoritas bandara dan instansi terkait. Kondisi kedua bandara tersebut masih dievaluasi untuk memastikan kelayakannya dalam mendukung penerbangan komersial berjadwal.

“Wings Air terus berkoordinasi dengan instansi dan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di lapangan,” ujar Danang.

Menurut Wings Air, penerbangan dari dan menuju bandara yang terdampak akan kembali dibuka setelah hasil evaluasi menyatakan kondisi telah aman dan memenuhi seluruh persyaratan operasional.

Sejumlah Bandara Nusa Tenggara Tetap Beroperasi

Di tengah penghentian sementara penerbangan dari dan menuju Ende, hasil pengecekan operasional menunjukkan sejumlah bandara dalam jaringan Wings Air di kawasan Nusa Tenggara masih beroperasi.

Bandara tersebut antara lain Bandar Udara Internasional Zainuddin Abdul Madjid, Lombok (LOP); Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin, Sumbawa (SWQ); Bandar Udara Sultan Muhammad Salahuddin, Bima (BMU); dan Bandar Udara Internasional Komodo, Labuan Bajo (LBJ).

Operasional juga masih berjalan di Bandar Udara Lede Kalumbang, Tambolaka (TMC); Bandar Udara Umbu Mehang Kunda, Waingapu (WGP); Bandar Udara Gewayantana, Larantuka (LKA); Bandar Udara D.C. Saudale, Rote (RTI); serta Bandar Udara Wonopitu, Lewoleba (LWE).

Selain itu, Wings Air menyebut Bandar Udara A.A. Bere Tallo, Atambua (ABU); Bandar Udara Mali, Alor (ARD); Bandar Udara Frans Seda, Maumere (MOF); dan Bandar Udara El Tari, Kupang (KOE), juga masih beroperasi.

Danang menegaskan keselamatan tetap menjadi prioritas utama Wings Air dalam menghadapi kondisi pascagempa.

“Wings Air terus memantau perkembangan situasi dan akan menyampaikan informasi terbaru apabila terdapat perubahan operasional,” katanya.

Dengan demikian, pembukaan kembali rute penerbangan Ende masih menunggu hasil evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bandara dan aspek keselamatan penerbangan. Pelanggan diimbau mengikuti informasi terbaru melalui kanal komunikasi resmi Wings Air agar tidak terdampak perubahan jadwal secara mendadak. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *