Banda Aceh, sidikbangsa.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 6,4 mengguncang wilayah Simalungun, Sumatera Utara, Sabtu (15/8/2026) sore. Guncangan dilaporkan turut terasa cukup kuat hingga Banda Aceh dan Aceh Selatan, memicu kepanikan warga yang memilih keluar dari rumah untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 17.54 WIB. Episenter gempa berada sekitar 11 kilometer sebelah timur Simalungun, dengan kedalaman mencapai 163 kilometer.
Kedalaman tersebut membuat gempa dikategorikan sebagai gempa bumi menengah. BMKG menjelaskan, gempa dipicu aktivitas sesar dengan mekanisme sesar geser turun (oblique normal fault).
Sejumlah warga Banda Aceh mengaku merasakan getaran cukup kuat. Kepanikan sempat terjadi karena warga khawatir guncangan semakin besar.
“Kami tadi sedang bekerja dan langsung lari keluar rumah. Takut gempanya semakin kuat,” ujar Firhan, warga Banda Aceh.
Getaran juga dirasakan masyarakat di Aceh Selatan. Sebagian warga memilih keluar rumah dan mewaspadai benda-benda di dalam bangunan yang berpotensi jatuh akibat guncangan.
Meski getaran dirasakan di sejumlah wilayah Aceh, hingga laporan ini diterbitkan belum ada informasi mengenai korban maupun kerusakan bangunan akibat gempa tersebut di wilayah Aceh.
Guncangan Terkuat di Tebingtinggi hingga Limapuluh
Berdasarkan peta tingkat guncangan atau shakemap BMKG, gempa M 6,4 tersebut dirasakan dengan intensitas hingga V MMI di Kota Tebingtinggi, Kabanjahe, dan Kota Limapuluh.
Sementara itu, guncangan dengan intensitas IV MMI dirasakan di sejumlah wilayah Simalungun, Pematangsiantar, dan Pangururan.
Skala V MMI umumnya membuat getaran dirasakan hampir semua penduduk, sementara benda-benda ringan dapat bergoyang dan sebagian benda di dalam rumah berpotensi berpindah atau jatuh.
BMKG menyatakan hingga pukul 18.16 WIB belum mendeteksi adanya aktivitas gempa susulan.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan. Warga juga diminta memeriksa kondisi bangunan dan menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat guncangan.
Masyarakat di wilayah terdampak diharapkan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang, terutama apabila terjadi perkembangan maupun gempa susulan. (Red)










