Home / Nasional / RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS, Bahlil Pastikan BBM Belum Masuk dan Stok Nasional Aman

RI Mulai Impor Minyak Mentah dari AS, Bahlil Pastikan BBM Belum Masuk dan Stok Nasional Aman

Jakarta, sidikbangsa.com – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan Indonesia telah mulai merealisasikan impor minyak mentah (crude oil) dari Amerika Serikat (AS). Namun, hingga saat ini pemerintah memastikan belum ada impor bahan bakar minyak (BBM) dari negara tersebut.

“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” ujar Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Stok Energi Nasional Diklaim Aman

Bahlil menegaskan ketahanan energi nasional berada dalam kondisi relatif aman di tengah dinamika global. Stok bensin nasional saat ini disebut telah berada di atas ambang batas minimal 20 hari. Sementara itu, cadangan liquefied petroleum gas (LPG) juga diklaim melampaui 10 hari.

Menurutnya, fase kritis terhadap gejolak global untuk pasokan BBM telah berhasil dilewati. Meski demikian, ia tetap mengimbau masyarakat untuk menggunakan energi secara bijak.

“Alhamdulillah kita sudah lewati masa kritis. Tapi saya minta masyarakat tetap arif dan bijak dalam menggunakan BBM, termasuk LPG,” katanya.

Komitmen Impor Energi dari AS dalam Perjanjian Dagang

Langkah impor minyak mentah dari AS merupakan bagian dari implementasi kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan AS yang dirilis Gedung Putih pada 19 Februari 2026.

Dalam dokumen tersebut, Indonesia memiliki komitmen untuk:

• Mengimpor LPG senilai US$3,5 miliar (sekitar Rp59,13 triliun)

• Mengimpor minyak mentah senilai US$4,5 miliar (sekitar Rp76,02 triliun)

• Mengimpor BBM olahan senilai US$7 miliar (sekitar Rp118,26 triliun)Selain itu, pemerintah juga diminta memfasilitasi BUMN dan sektor swasta dalam meningkatkan pembelian energi dari AS, termasuk melalui kontrak jangka panjang.

Data BPH Migas: Stok BBM Beragam, Mayoritas di Atas Batas Minimum

Sementara itu, BPH Migas melaporkan kondisi stok BBM nasional per 7 April 2026 secara umum masih dalam batas aman, meskipun ada beberapa jenis yang berada di ambang minimum.

• Pertalite (RON 90): 18,1 hari (sedikit di bawah batas minimum 18,2 hari)

• Pertamax (RON 92): 22,1 hari (di atas batas minimum 19,9 hari)

• Pertamax Turbo (RON 98): 46,5 hari (jauh di atas batas minimum 22,3 hari)

• Solar (CN 48): 16,5 hari (di atas batas minimum 16,3 hari)

• Pertamina Dex (CN 53): 64,5 hari (jauh di atas batas minimum 24,9 hari)

Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, menyatakan bahwa kondisi tersebut masih terkategori aman untuk menjamin distribusi energi nasional.

Sumber Impor Energi Masih Terdiversifikasi

Berdasarkan data Dewan Energi Nasional (DEN) dan BPH Migas, impor minyak mentah Indonesia sepanjang 2025 masih didominasi berbagai negara mitra, dengan komposisi terbesar berasal dari Nigeria, Angola, dan Arab Saudi.

Sementara untuk impor BBM, Indonesia masih bergantung pada negara-negara di kawasan Asia seperti Singapura dan Malaysia, disusul China, Korea Selatan, India, hingga Uni Emirat Arab.

Masuknya pasokan minyak mentah dari AS dinilai menjadi langkah strategis pemerintah untuk memperluas diversifikasi sumber energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian global. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *