Beranda / Daerah / Remaja 14 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Kahayan, Terseret Arus Saat Bermain di Pelabuhan Rambang

Remaja 14 Tahun Diduga Tenggelam di Sungai Kahayan, Terseret Arus Saat Bermain di Pelabuhan Rambang

PALANGKA RAYA, sidikbangsa.com — Seorang remaja laki-laki berusia 14 tahun diduga tenggelam setelah terseret arus Sungai Kahayan saat bermain di kawasan Pelabuhan Rambang, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.

Peristiwa tersebut terjadi ketika korban bersama tiga temannya bermain di sekitar tepian sungai. Mereka diketahui datang ke kawasan Pelabuhan Rambang tanpa sepengetahuan orang tua.

Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, pihak kelurahan langsung menerima laporan dari masyarakat dan berupaya melakukan pencarian terhadap korban.

“Saya selaku Lurah Pahandut merasa prihatin dan turut berbelasungkawa atas kejadian ini. Tentunya kami juga sudah berupaya untuk mencari korban. Mudah-mudahan secepatnya korban segera ditemukan,” kata Reza, Minggu.

Korban diketahui merupakan warga RT 1/RW 5, kawasan Kampung Baru. Sebelum kejadian, korban bersama tiga rekannya bermain di sekitar tepian Sungai Kahayan, termasuk kawasan tanah miring yang berada di pinggir sungai.

Menurut informasi yang diterima pihak kelurahan, korban diduga terseret arus ketika berada di dalam sungai. Kondisi korban semakin sulit diselamatkan karena diketahui tidak bisa berenang.

“Jadi kronologinya, ada sekitar empat orang anak yang bermain di wilayah sungai. Mereka mungkin sedang bercanda dan bermain bersama. Ternyata anak yang diduga sebagai korban ini memang tidak bisa berenang,” ujar Reza.

Salah seorang teman korban sempat berupaya memberikan pertolongan. Namun, karena khawatir ikut terseret arus, teman korban akhirnya melepaskan pegangan dan meminta bantuan kepada orang dewasa yang berada di sekitar lokasi.

Pencarian korban kemudian dilakukan setelah laporan diterima pihak kelurahan. Petugas dan masyarakat berupaya menyisir kawasan sekitar lokasi kejadian untuk menemukan korban.

Sebelum kejadian, Kelurahan Pahandut bersama Kecamatan Pahandut dan Dinas Lingkungan Hidup juga sempat melaksanakan kegiatan gotong royong di kawasan Pelabuhan Rambang hingga sekitar pukul 10.00 WIB.

Peristiwa tersebut kembali menyoroti risiko keselamatan di kawasan bantaran Sungai Kahayan, terutama bagi anak-anak yang bermain tanpa pengawasan orang dewasa.

Reza mengatakan, Pemerintah Kota Palangka Raya sebenarnya telah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap aktivitas di bantaran sungai.

“Surat edaran dari Wali Kota sudah kami sampaikan kepada seluruh RT dan RW yang berada di wilayah bantaran sungai. Warga juga sudah sering kami ingatkan, termasuk anak-anak yang bermain di kawasan ini,” katanya.

Surat edaran tersebut telah disampaikan sekitar satu setengah bulan lalu kepada RT dan RW yang berada di kawasan bantaran Sungai Kahayan. Namun, masih adanya aktivitas anak-anak di sekitar sungai menunjukkan perlunya pengawasan dan pengamanan yang lebih kuat.

Ke depan, Kelurahan Pahandut berencana mempertegas peringatan keselamatan dengan memasang papan larangan di sejumlah titik yang dinilai rawan, khususnya kawasan gosong sungai yang muncul ketika musim kemarau.

“Memang pemasangan papan peringatan sudah kami rencanakan. Musibah ini terjadi lebih dahulu daripada rencana kami,” ujar Reza.

Ia menegaskan, pemasangan papan peringatan akan menjadi salah satu langkah pencegahan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi. Larangan bermain di kawasan gosong sungai dan sekitarnya juga akan lebih diperkuat, terutama ketika kondisi sungai memungkinkan munculnya daratan atau tepian yang terlihat aman tetapi tetap memiliki risiko terseret arus.

“Ke depan, kami akan lebih mempertegas larangan agar anak-anak tidak bermain di wilayah gosong dan sekitarnya, terutama yang muncul saat musim kemarau,” demikian Ahmad Reza.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa tepian sungai, meski tampak tenang dan dangkal, tetap memiliki potensi bahaya. Pengawasan orang tua serta kepatuhan terhadap imbauan keselamatan menjadi penting untuk mencegah kembali terjadinya kecelakaan di kawasan Sungai Kahayan. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *