Home / Daerah / Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Makassar, 50 Rumah Ludes Terbakar, Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal  

Kebakaran Hebat di Permukiman Padat Makassar, 50 Rumah Ludes Terbakar, Puluhan KK Kehilangan Tempat Tinggal  

Makassar, sidikbangsa.com – Kebakaran hebat melanda kawasan permukiman padat penduduk di Jalan Sultan Abdullah II, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7/2026) dini hari. Sedikitnya 50 rumah dilaporkan hangus terbakar dalam peristiwa yang terjadi sekitar pukul 01.47 Wita tersebut.

Kobaran api yang muncul saat sebagian besar warga masih terlelap tidur dengan cepat membesar dan melalap deretan rumah di lokasi kejadian. Kepadatan bangunan serta kondisi rumah yang sebagian besar merupakan bangunan semi permanen membuat api dengan mudah merambat dari satu rumah ke rumah lainnya.

Berdasarkan laporan awal, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Namun, penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang.

Menerima laporan kejadian, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar segera bergerak menuju lokasi untuk membantu proses penanganan, melakukan asesmen, serta mendata jumlah rumah dan warga yang terdampak.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Muhammad Fadli Tahar, mengatakan hingga saat ini proses pendataan masih berlangsung sehingga jumlah korban maupun kerugian yang ditimbulkan masih bersifat sementara.

“Tim BPBD langsung turun ke lokasi untuk melakukan asesmen. Saat ini kami masih melakukan pendataan karena situasi di lapangan masih berkembang. Data jumlah rumah maupun warga terdampak masih bersifat sementara,” ujar Fadli, Jumat (31/7/2026).

Hasil pendataan sementara menunjukkan sedikitnya 50 unit rumah terdampak kebakaran. Sementara itu, jumlah kepala keluarga (KK) dan warga yang kehilangan tempat tinggal masih terus diverifikasi.

“Laporan awal ada sekitar 90 kepala keluarga yang terdampak, tetapi angka tersebut masih kami verifikasi kembali agar data yang diperoleh benar-benar akurat,” katanya.

Meski kerusakan yang ditimbulkan cukup besar, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Warga berhasil menyelamatkan diri saat api mulai membesar dan petugas melakukan upaya evakuasi.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa,” kata Fadli.

Namun demikian, kerugian material diperkirakan mencapai angka yang signifikan mengingat puluhan rumah beserta harta benda warga ikut terbakar. Hingga kini petugas masih menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

Pascakebakaran, BPBD bersama instansi terkait fokus melakukan pendataan warga yang kehilangan tempat tinggal guna menyiapkan langkah-langkah penanganan darurat. Sejumlah kebutuhan dasar seperti makanan, air bersih, perlengkapan tidur, hingga lokasi pengungsian sementara menjadi prioritas utama pemerintah.

“Kami akan memastikan kebutuhan dasar warga terdampak dapat segera terpenuhi. Pendataan terus dilakukan agar bantuan logistik yang disalurkan sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” tuturnya.

Sementara itu, proses pemadaman berlangsung selama beberapa jam dengan melibatkan kekuatan besar dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Makassar. Sedikitnya 50 unit armada pemadam kebakaran dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api dan mencegah penyebaran ke area yang lebih luas.

Operasi penanganan kebakaran juga melibatkan personel BPBD Kota Makassar, TNI, Polri, serta unsur relawan yang bahu-membahu membantu proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan api.

Hingga Jumat pagi, aparat dan petugas gabungan masih berada di lokasi untuk melakukan pendataan lanjutan, membersihkan area terdampak, serta memastikan warga korban kebakaran mendapatkan bantuan darurat secepatnya. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *