Jakarta, sidikbangsa.com — PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI membatalkan sebanyak tujuh perjalanan kereta api (KA) pada Rabu (21/1), sebagai dampak cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah dan memengaruhi prasarana perkeretaapian.
Pembatalan tersebut dilakukan sebagai langkah kehati-hatian di tengah masih berlangsungnya pemeriksaan lanjutan terhadap sarana dan prasarana, menyusul banjir serta cuaca ekstrem yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, meski pemulihan operasional terus menunjukkan progres positif dan keterlambatan perjalanan semakin terkendali, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.
“Pemulihan operasional terus berjalan dan kelambatan perjalanan semakin terkendali. Namun, keselamatan pelanggan dan petugas tetap menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, masih dilakukan pembatalan terbatas sebagai langkah penguatan keselamatan,” kata Anne dalam keterangan tertulis, Selasa (20/1).
Anne menambahkan, seiring proses pemulihan, KAI terus melakukan penanganan prasarana secara intensif di sejumlah titik terdampak. Ratusan personel prasarana dan operasional dikerahkan dan bekerja selama 24 jam dalam tiga shift untuk mempercepat normalisasi jalur.
Penanganan yang dilakukan meliputi pemeriksaan lanjutan kondisi lintasan, penguatan struktur jalur, pengangkatan dan perapihan track, serta penyempurnaan sistem drainase. Seluruh langkah tersebut dilakukan guna memastikan keamanan perjalanan sebelum kereta api kembali beroperasi dengan kecepatan normal.
Adapun tujuh perjalanan kereta api yang dibatalkan KAI pada hari ini, Rabu (21/1), yakni:
1. KA 50F-51F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
2. KA 56F-53F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
3. KA 58F-59F Purwojaya relasi Gambir–Cilacap
4. KA 60F-57F Purwojaya relasi Cilacap–Gambir
5. KA 7001A Gajayana Tambahan relasi Malang–Gambir
6. KA 7002A Gajayana Tambahan relasi Gambir–Malang
7. KA 7003A Sembrani Tambahan relasi Surabaya Pasar Turi–Gambir
KAI mengimbau para pelanggan untuk terus memantau informasi resmi melalui aplikasi Access by KAI, media sosial, maupun layanan pelanggan, serta memastikan kembali jadwal perjalanan sebelum berangkat ke stasiun. (Red)









