Beranda / Internasional / Bayi 6 Bulan Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Kolombia, Momen Haru di Tengah Operasi Pencarian Korban

Bayi 6 Bulan Diselamatkan dari Reruntuhan Gempa Kolombia, Momen Haru di Tengah Operasi Pencarian Korban

Bogoga, sidikbangsa.com – Harapan muncul di tengah kepanikan dan kehancuran akibat gempa bumi dahsyat yang mengguncang wilayah barat Kolombia. Seorang bayi perempuan berusia enam bulan berhasil ditemukan hidup-hidup bersama ibunya dari bawah reruntuhan bangunan lima lantai di Kota Cali.

Penyelamatan tersebut menjadi salah satu momen paling mengharukan dalam operasi pencarian korban yang hingga kini masih berlangsung di sejumlah wilayah terdampak.

Dikutip dari The Guardian, Selasa (11/8/2026), rekaman yang ditayangkan Caracol Television memperlihatkan detik-detik menegangkan ketika sejumlah petugas dan warga berupaya mengangkat tubuh mungil bayi yang tertimbun puing.

Tubuh bayi tersebut terlihat dipenuhi debu setelah berjam-jam berada di bawah reruntuhan. Dengan sangat hati-hati, petugas mengevakuasinya keluar dari tumpukan material bangunan sebelum kemudian membawa bayi dan ibunya ke tempat aman.

Suasana haru pecah ketika keduanya akhirnya berhasil dikeluarkan dari reruntuhan. Penyelamatan berlangsung saat malam mulai menyelimuti Cali, ketika operasi pencarian memasuki kondisi yang semakin sulit.

Para petugas penyelamat bersama relawan terus menyisir bangunan-bangunan yang roboh. Dengan hanya mengandalkan lampu kepala dan peralatan penyelamatan, mereka berusaha mendeteksi kemungkinan adanya korban yang masih hidup di bawah beton, besi, dan material bangunan.

Operasi Penyelamatan Berpacu dengan Waktu

Operasi penyelamatan di Cali berlangsung di tengah pemberlakuan jam malam. Pemerintah setempat mengambil langkah tersebut setelah muncul kekhawatiran terhadap aksi penjarahan di sejumlah kawasan yang terdampak bencana.

Wali Kota Cali mengerahkan personel kepolisian dan militer untuk menjaga keamanan sekaligus mendukung kelancaran operasi kemanusiaan.

Presiden Kolombia Abelardo de la Espriella juga menjanjikan tambahan sekitar 1.000 personel keamanan untuk Cali, salah satu kota terbesar di wilayah barat negara tersebut.

Kehadiran aparat tidak hanya ditujukan untuk menjaga keamanan warga, tetapi juga memastikan kawasan bencana tetap steril sehingga petugas penyelamat dapat bekerja tanpa gangguan.

Di tengah situasi tersebut, operasi kemanusiaan terus berjalan. Setiap suara dari balik reruntuhan menjadi harapan baru bagi tim pencari.

Evakuasi dari Rumah Sakit hingga Pencarian Anak di Pereira

Rekaman lain dari Cali memperlihatkan petugas penyelamat melakukan evakuasi melalui jendela sebuah rumah sakit menggunakan tali. Kondisi bangunan yang rusak membuat jalur evakuasi biasa tidak dapat digunakan sehingga petugas harus mencari cara alternatif untuk mengeluarkan korban.

Sementara itu, situasi tak kalah dramatis terjadi di Kota Pereira, salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah akibat gempa.

Petugas penyelamat dilaporkan masih berkomunikasi dengan seorang anak laki-laki yang terjebak di bawah sebuah toko roti. Komunikasi tersebut menjadi titik penting dalam operasi penyelamatan karena menunjukkan kemungkinan korban masih bertahan hidup di balik reruntuhan.

Operator crane juga dikerahkan untuk menyingkirkan bagian bangunan yang mengalami kerusakan parah. Pekerjaan dilakukan secara hati-hati agar proses pemindahan material tidak justru membahayakan korban yang kemungkinan masih berada di bawahnya.

Harapan di Tengah Kehancuran

Gempa berkekuatan 7,4 magnitudo yang mengguncang wilayah barat Kolombia pada Senin (10/8/2026) menimbulkan kerusakan luas di sejumlah kota. Laporan terbaru menyebut sedikitnya 111 orang meninggal dunia, sementara ratusan lainnya mengalami luka-luka. Cali termasuk salah satu wilayah yang terdampak berat, dengan laporan puluhan korban meninggal dan ratusan orang terluka.

Di tengah besarnya skala bencana, keberhasilan menyelamatkan bayi berusia enam bulan bersama ibunya memberikan secercah harapan bagi keluarga korban dan tim penyelamat.

Bagi para petugas di lapangan, operasi belum berakhir. Setiap bangunan yang runtuh masih menyimpan kemungkinan adanya korban yang membutuhkan pertolongan.

Malam yang semakin gelap, ancaman bangunan yang tidak stabil, serta potensi gempa susulan tidak menghentikan pencarian. Lampu-lampu kepala para penyelamat terus bergerak di antara puing-puing, menyisir setiap celah yang memungkinkan.

Di tengah tragedi besar yang mengguncang Kolombia, tangisan seorang bayi yang berhasil keluar dari reruntuhan menjadi simbol bahwa harapan masih hidup bahkan ketika sebuah bangunan telah berubah menjadi tumpukan puing. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *