Sumsel, sidikbangsa.com – Keberadaan fasilitas Rumah Singgah milik Dinas Sosial yang berlokasi di RT 24 RW 09, Kelurahan 20 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, Kota Palembang, menuai sorotan tajam dari warga sekitar. Alih-alih menjadi tempat pembinaan bagi anak jalanan, fasilitas tersebut justru diduga menjadi sumber pencemaran lingkungan yang meresahkan.
Keluhan utama warga adalah bau busuk menyengat yang diduga berasal dari saluran drainase di sekitar lokasi Rumah Singgah. Aroma tidak sedap itu disebut semakin parah pada siang hari dan sangat mengganggu aktivitas harian masyarakat.
“Sudah lama kami merasakan ini. Bau anyir dan busuk itu sangat mengganggu, apalagi kalau siang hari. Kami menduga kuat sumbernya dari arah Rumah Singgah,” ujar seorang warga berinisial U saat ditemui, Minggu (19/4/2026).
Warga menduga bau tersebut berasal dari limbah, seperti sisa makanan atau pembuangan lainnya yang tidak dikelola dengan baik. Minimnya informasi terkait aktivitas di dalam fasilitas itu turut memperkuat kecurigaan masyarakat.
“Kami tidak tahu persis aktivitas di dalamnya, tapi baunya jelas sekali menyebar dari sana. Bisa jadi dari sisa makanan atau saluran air yang tidak terawat,” tambahnya.
Kondisi ini menimbulkan dugaan bahwa pengelolaan kebersihan dan sanitasi di Rumah Singgah belum berjalan optimal. Padahal, fasilitas tersebut merupakan bagian dari program penjangkauan sosial yang seharusnya dikelola secara profesional dan memenuhi standar kesehatan lingkungan.
Situasi yang kian memburuk membuat warga mulai bersuara keras. Mereka mendesak pemerintah, khususnya Dinas Sosial Kota Palembang, untuk segera turun tangan melakukan pengecekan langsung.
“Kami berharap Kepala Dinas Sosial segera meninjau lokasi. Jangan sampai fasilitas negara justru menjadi sumber penyakit dan pencemaran bagi warga,” tegas warga.
Masyarakat juga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengelolaan limbah dan kebersihan di Rumah Singgah tersebut. Perbaikan dinilai mendesak agar bau tidak sedap bisa diatasi dan kualitas lingkungan kembali sehat.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Sosial Kota Palembang terkait keluhan warga tersebut. (Red)









