Home / Daerah / Air Baku Kali Bekasi Tercemar Berat, Tirta Patriot: Tak Layak Diminum, 200 Ribu Warga Terdampak

Air Baku Kali Bekasi Tercemar Berat, Tirta Patriot: Tak Layak Diminum, 200 Ribu Warga Terdampak

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Perumda Tirta Patriot mengungkap kondisi memprihatinkan kualitas air baku yang bersumber dari Kali Bekasi. Berdasarkan hasil pengujian lingkungan hidup, kualitas air sungai tersebut kini masuk kategori tercemar berat atau Kelas 4, sehingga berdampak langsung terhadap pelayanan air bersih bagi ratusan ribu warga Kota Bekasi.

Kondisi pencemaran ini menjadi tantangan serius bagi perusahaan daerah penyedia air minum tersebut karena air baku yang masuk ke instalasi pengolahan harus melalui proses pengolahan ekstra sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Manajer Produksi Perumda Tirta Patriot menjelaskan, sumber pencemaran berasal dari Kali Margajaya yang bermuara ke Kali Bekasi dan kemudian masuk ke instalasi pengolahan melalui Bendungan Lenggor.

“Dari hasil uji lingkungan hidup, Kali Bekasi sudah masuk kategori tercemar berat. Dampaknya tentu sangat besar terhadap proses produksi air bersih. Kami harus melakukan pengolahan secara maksimal karena kualitas air bakunya sudah berada di Kelas 4,” ujarnya, Selasa (4/8/2026).

Akibat kondisi tersebut, sejumlah pelanggan mengeluhkan perubahan warna air menjadi kehijauan menyerupai warna teh serta menimbulkan aroma yang tidak sedap. Menanggapi keluhan itu, Perumda Tirta Patriot mengaku telah melakukan berbagai langkah teknis untuk meminimalisir dampak pencemaran.

Perusahaan menambah dosis bahan kimia Asam Floc guna mengurangi warna dan kekeruhan air, serta meningkatkan kadar disinfektan hingga 1 ppm di reservoir untuk membunuh bakteri dan menjaga kualitas air yang didistribusikan ke pelanggan.

“Masyarakat sering menganggap air yang keluar keruh, padahal yang dominan adalah perubahan warna. Warnanya memang tidak bisa hilang seratus persen meskipun dosis Asam Floc sudah ditambah,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya memastikan bahan kimia yang digunakan dalam proses pengolahan aman dan tidak menimbulkan iritasi bagi pengguna. Namun, Perumda Tirta Patriot secara tegas tidak merekomendasikan air tersebut untuk dikonsumsi langsung sebagai air minum.

“Untuk kebutuhan mandi dan mencuci masih aman digunakan. Tetapi untuk diminum, kami tidak menganjurkan. Kualitas air baku Kelas 4 sudah sangat buruk. Sementara standar air baku untuk air minum seharusnya berada di Kelas 1. Kalimalang masih masuk kategori Kelas 1,” tegasnya.

Pencemaran ini berdampak pada sejumlah wilayah layanan Perumda Tirta Patriot, antara lain Bekasi Utara, Medan Satria, Bekasi Barat, Tarumajaya, hingga Pondok Ungu. Dengan jumlah sambungan pelanggan yang mencapai puluhan ribu, estimasi warga yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 200 ribu jiwa.

Kondisi tersebut diprediksi tidak akan segera berakhir. Berdasarkan perkiraan cuaca dan musim kemarau yang berkepanjangan, kualitas air Kali Bekasi berpotensi tetap memburuk hingga akhir tahun 2026.

Sebagai solusi jangka menengah, Perumda Tirta Patriot saat ini mempercepat pembangunan intake baru yang akan mengambil sumber air baku langsung dari Kalimalang. Pengambilan air dilakukan melalui jaringan pipa baru di kawasan Islamic Centre, dekat kantor MUI, tanpa lagi bergantung pada aliran Kali Bekasi.

“Target kami September sudah mulai beroperasi. Jika tidak ada kendala, sumber air baku akan langsung dari Kalimalang. Dengan begitu, kami tidak lagi menggunakan air dari Kali Bekasi yang saat ini kualitasnya sangat memprihatinkan,” ungkapnya.

Perumda Tirta Patriot berharap proyek tersebut dapat menjadi solusi permanen untuk meningkatkan kualitas layanan air bersih bagi masyarakat Bekasi. Di sisi lain, perusahaan juga meminta maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan pelanggan akibat menurunnya kualitas air yang diterima selama beberapa waktu terakhir.

“Kami mohon maaf kepada seluruh pelanggan. Faktanya, kondisi air baku saat ini memang sudah tidak memenuhi syarat untuk dijadikan air minum. Kami terus berupaya mencari solusi terbaik agar kualitas layanan kembali normal,” pungkasnya. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *