Jakarta, sidikbangsa.com – Bangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang belum sempat beroperasi di Kabupaten Pesisir Barat, Lampung, menjadi sasaran pencurian. Sejumlah peralatan dapur dan perlengkapan operasional bernilai penting dilaporkan hilang setelah pelaku diduga membobol gedung yang dipersiapkan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat tersebut.
Kasus ini kini tengah ditangani Satreskrim Polres Pesisir Barat setelah menerima laporan dugaan tindak pidana pencurian dengan Laporan Polisi Nomor: LP/B/127/VII/2026/SPKT/Polres Pesisir Barat/Polda Lampung tertanggal 27 Juli 2026.
Kasatreskrim Polres Pesisir Barat, Iptu Meidy Hariyanto, menjelaskan peristiwa tersebut terungkap pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 16.00 WIB di Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta, Dusun Usang Pulau, Pekon Marang, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat.
Menurutnya, pelapor bernama Aris Biantoro awalnya berada di area pengunduhan sawit yang berada di belakang bangunan SPPG. Saat berada di lokasi, ia melihat pipa paralon sumur bor dalam kondisi patah sehingga menimbulkan kecurigaan.
Bersama seorang saksi bernama Komang Ardane, pelapor kemudian melakukan pemeriksaan terhadap bangunan tersebut. Saat dicek lebih lanjut, mereka mendapati pintu belakang gedung telah terlepas dari tempatnya.
“Setelah dicek, pintu belakang gedung sudah terlepas. Saat masuk ke dalam, kondisi ruangan terlihat berantakan dan sejumlah barang sudah hilang,” ujar Meidy, Sabtu (1/8/2026).
Dari hasil pengecekan, diketahui pelaku membawa kabur berbagai perlengkapan operasional yang sedianya digunakan untuk mendukung aktivitas SPPG. Barang-barang yang hilang antara lain satu unit genset merek Champion, kulkas, freezer, timbangan digital, alat pemadam api ringan (APAR), alat pengukur suhu, selang regulator, mesin rice steamer, kabel pompa air sepanjang 10 meter, hingga sekitar 50 celemek.
“Barang yang hilang di antaranya satu unit genset merek Champion, kulkas, freezer, timbangan digital, alat pemadam ringan, alat pengukur suhu, selang regulator, mesin rice steamer, kabel pompa air sepanjang 10 meter, serta sekitar 50 celemek,” ungkapnya.
Setelah mengetahui adanya pencurian, pelapor segera menutup kembali pintu bangunan guna mencegah hilangnya barang-barang lain. Selanjutnya, kejadian tersebut dilaporkan kepada salah satu investor yayasan sebelum dibuat laporan resmi ke pihak kepolisian.
Tim Satreskrim Polres Pesisir Barat yang mendatangi lokasi kemudian melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dari hasil pemeriksaan awal, kondisi bangunan ditemukan dalam keadaan berantakan dan seluruh barang yang dilaporkan hilang memang sudah tidak berada di dalam gedung.
Polisi juga memastikan bahwa bangunan Yayasan SPPG Bumi Artha Semesta tersebut masih dalam tahap persiapan dan belum beroperasi saat aksi pencurian terjadi.
Saat ini, aparat kepolisian masih mengumpulkan alat bukti dan meminta keterangan sejumlah saksi guna mengungkap identitas pelaku serta menelusuri keberadaan barang-barang yang dicuri.
“Kami telah melakukan cek TKP serta mengumpulkan keterangan sejumlah saksi. Saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan tim untuk mengungkap pelakunya,” tegas Meidy.
Kasus pencurian ini menjadi perhatian karena menyasar fasilitas yang dipersiapkan untuk mendukung program pemenuhan gizi masyarakat. Polisi mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait pelaku maupun keberadaan barang-barang tersebut agar segera melapor guna mempercepat proses pengungkapan kasus, ujarnya. (Red)










