Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di SMK Negeri 15 Kota Bekasi berlangsung lancar, tertib, dan kondusif. Hal tersebut terpantau berdasarkan hasil liputan media di sekolah tersebut pada Kamis (18/6/2026).
Meski pelaksanaan SPMB tahun ini sempat menjadi perbincangan di tengah masyarakat dan ramai dibahas di berbagai media sosial terkait kendala sistem pendaftaran daring (online), namun kondisi tersebut tidak berdampak signifikan terhadap proses penerimaan peserta didik baru di SMKN 15 Kota Bekasi.
Pihak sekolah memastikan seluruh tahapan pendaftaran berjalan sesuai prosedur yang telah ditetapkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat melalui sistem SPMB berbasis digital.
Kepala Humas SMKN 15 Kota Bekasi, Dhani, menjelaskan bahwa sekolah yang berlokasi di Kota Bekasi tersebut memiliki daya tampung sebanyak 396 siswa yang terbagi dalam 11 Rombongan Belajar (Rombel).
Adapun program keahlian atau jurusan yang tersedia meliputi:
1.Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT);
2.Teknologi Farmasi (TF);
3.Teknik Mesin (TM);
4.Teknik Ketenagalistrikan (TKL);
5.Kecantikan dan Spa (KDS).
Menurut Dhani, minat masyarakat untuk melanjutkan pendidikan ke SMKN 15 Kota Bekasi terus menunjukkan tren positif. Hal ini terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 816 calon peserta didik, atau lebih dari dua kali lipat dibandingkan kapasitas yang tersedia.
“Daya tampung kami 396 siswa atau 11 rombel, sedangkan jumlah pendaftar mencapai 816 orang. Ini menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap SMKN 15 Kota Bekasi cukup tinggi,” ujarnya saat ditemui di sekolah, Kamis (18/6/2026).
Sistem Digital Dinilai Semakin Transparan
Dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, Pemerintah Provinsi Jawa Barat menerapkan sistem digital yang terintegrasi secara online. Sistem tersebut bertujuan menciptakan proses seleksi yang lebih transparan, objektif, dan akuntabel.
Meski demikian, di sejumlah daerah muncul keluhan dari sebagian calon peserta didik dan orang tua murid. Mereka mengaku mengalami kesulitan saat proses pendaftaran, mulai dari gangguan akses sistem, lambatnya respons server, hingga data pendaftaran yang sempat tidak muncul pada sekolah tujuan.
Persoalan tersebut sempat memunculkan kekhawatiran di kalangan masyarakat karena dikhawatirkan dapat memengaruhi peluang siswa dalam mengikuti seleksi.
Namun demikian, Dhani menegaskan bahwa kendala tersebut tidak menjadi hambatan berarti bagi pelaksanaan SPMB di SMKN 15 Kota Bekasi.
“Alhamdulillah, sejak tahap pertama hingga tahap kedua, proses pendaftaran di sekolah kami berjalan lancar dan kondusif. Tidak ada kendala besar yang mengganggu jalannya penerimaan siswa baru,” jelasnya.
Sistem Otomatis Tingkatkan Efisiensi Seleksi
Dhani mengungkapkan bahwa salah satu keunggulan sistem SPMB tahun ini adalah kemampuannya melakukan pembaruan data secara otomatis dan real time.
Menurutnya, apabila terdapat calon peserta didik yang telah dinyatakan diterima namun kemudian mengundurkan diri, sistem secara otomatis akan menggantinya dengan peserta lain yang berada pada urutan berikutnya sesuai hasil pemeringkatan (ranking).
Mekanisme tersebut dinilai mampu meminimalisasi potensi kekosongan kursi serta mempercepat proses penyesuaian data tanpa perlu intervensi manual dari pihak sekolah.
“Saya sendiri sempat kaget melihat sistem bekerja secara otomatis. Ketika ada siswa yang mengundurkan diri, sistem langsung menaikkan peserta berikutnya sesuai peringkat yang telah ditentukan,” kata Dhani.
Ia menilai inovasi digital tersebut menjadi langkah maju dalam tata kelola penerimaan peserta didik baru karena mampu meningkatkan efisiensi, transparansi, dan akurasi data.
Antusiasme Masyarakat Tinggi
Tingginya jumlah pendaftar menunjukkan bahwa pendidikan vokasi masih menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya di Kota Bekasi. Program keahlian yang dimiliki SMKN 15 Kota Bekasi dinilai relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri yang terus berkembang.
Jurusan seperti Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi, Teknik Mesin, hingga Teknologi Farmasi menjadi program yang banyak diminati karena memiliki prospek kerja yang luas dan peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Selain itu, keberadaan jurusan Kecantikan dan Spa serta Teknik Ketenagalistrikan juga memberikan alternatif pilihan bagi peserta didik sesuai minat dan bakat masing-masing.
Para orang tua berharap proses seleksi yang berlangsung secara transparan dapat menghasilkan peserta didik yang benar-benar memenuhi kriteria dan memiliki semangat belajar tinggi.
Jadwal Daftar Ulang dan Tahap Kedua
Pihak sekolah mengimbau calon peserta didik yang telah dinyatakan lolos seleksi untuk memperhatikan jadwal tahapan berikutnya agar tidak kehilangan hak sebagai siswa baru.
Dhani menjelaskan bahwa proses daftar ulang bagi peserta yang diterima dijadwalkan berlangsung pada 26-29 Juni 2026 untuk tahap 1 dan yang menyettujui hasil pemetaan jalur prestasi dan mutasi.
Sementara itu, untuk SPMB Tahap II akan dilaksanakan pada 30 Juni hingga 1, 2, 3, 6 Juli 2026, sesuai jadwal yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Pihak sekolah berharap seluruh rangkaian SPMB Tahun Ajaran 2026/2027 dapat berjalan sukses hingga tahap akhir, sehingga peserta didik yang diterima nantinya dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dan menjadi generasi yang kompeten, berkarakter, serta siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun pendidikan tinggi di masa depan. (Sof/Pas)









