Jakarta, sidikbangsa.com – Penyidikan kasus penganiayaan yang menewaskan anggota TNI AD, Prada ABS, di Jalan Raya Pondok Hijau Golf, Desa Curug Sangereng, Kecamatan Kelapa Dua, Kabupaten Tangerang, terus berkembang. Polisi kembali menetapkan tiga tersangka baru, sehingga total pelaku yang telah ditetapkan menjadi tujuh orang.
Meski demikian, kepolisian hingga kini masih merahasiakan identitas tiga tersangka baru tersebut. Berdasarkan hasil penyidikan sementara, ketiganya diduga terlibat langsung dalam aksi pengeroyokan dengan cara memukul korban sebelum akhirnya Prada ABS tewas akibat serangan brutal tersebut.
“Ketiganya memukul korban,” ujar Kasat Reskrim Polres Tangerang Selatan AKP Wira Graha Setiawan saat dikonfirmasi, Kamis (23/7/2026).
AKP Wira menjelaskan, tiga tersangka baru itu diduga melakukan aksi pengeroyokan secara bersama-sama dengan empat tersangka yang lebih dulu ditetapkan, yakni berinisial BR, RR, MKN, dan H.
“Jadi tujuh orang. Satu orang di antaranya menusuk, sedangkan yang lainnya memukul korban,” katanya.
Polisi masih mendalami motif di balik aksi pengeroyokan yang berujung maut tersebut. Namun, dari hasil penyelidikan sementara dipastikan bahwa korban dan para tersangka yang seluruhnya merupakan warga sipil tidak memiliki hubungan ataupun saling mengenal sebelumnya.
“Kami pastikan korban dan para pelaku tidak saling kenal,” ungkap Wira.
Kasus ini menyita perhatian publik setelah rekaman kamera pengawas (CCTV) yang beredar luas di media sosial memperlihatkan detik-detik sebelum pengeroyokan terjadi. Dalam rekaman tersebut, Prada ABS tampak berada di tengah sekelompok orang seolah sedang berbincang. Tak lama kemudian, korban terlihat didorong keluar dari kerumunan sebelum dikejar oleh sejumlah orang yang diduga para pelaku.
Korban kemudian menghilang dari jangkauan kamera pengawas. Beberapa jam berselang, tepatnya pada Minggu pagi (19/7/2026), jasad Prada ABS ditemukan tergeletak di depan salah satu klaster perumahan mewah di kawasan tersebut.
Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan korban mengalami luka yang sangat serius. Polisi mengungkapkan terdapat sedikitnya 10 luka tusukan pada tubuh Prada ABS, yang diduga menjadi penyebab utama kematiannya.
Saat ini penyidik masih terus melakukan pendalaman, termasuk menggali motif, peran masing-masing tersangka, serta kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat dalam aksi pengeroyokan yang menewaskan anggota TNI AD tersebut. Polisi juga menegaskan proses hukum akan dilakukan secara tuntas untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa di balik kasus ini. (Red)










