KOTA BEKASI, sidikbangsa.com — Perayaan ulang tahun ke-50 Ketua Umum Partai Golkar, Bahlil Lahadalia, berlangsung dengan cara berbeda di Kota Bekasi. Tak ada pesta mewah maupun seremoni berlebihan. DPD Partai Golkar Kota Bekasi justru memilih mengisinya dengan doa bersama dan berbagi kebahagiaan bersama anak-anak yatim.
Momen usia emas Bahlil tersebut dimaknai jajaran pengurus dan kader Golkar Kota Bekasi sebagai momentum untuk memperkuat rasa syukur sekaligus kepedulian sosial. Sebanyak 50 anak yatim dihadirkan dalam kegiatan tersebut, sebagai simbol yang secara khusus merepresentasikan usia Bahlil yang genap setengah abad.
Suasana penuh kekhusyukan terasa ketika para kader bersama anak-anak yatim memanjatkan doa untuk Bahlil Lahadalia. Doa tersebut tidak hanya ditujukan bagi kesehatan dan keselamatan sang Ketua Umum, tetapi juga agar Bahlil diberikan kekuatan serta kebijaksanaan dalam menjalankan amanah kepemimpinan.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Bekasi, Ade Puspita Sari, mengatakan kegiatan tersebut sengaja dikemas sederhana namun sarat makna. Menurutnya, ulang tahun Bahlil tidak harus dirayakan dengan kemeriahan, tetapi dapat menjadi kesempatan untuk menghadirkan manfaat secara langsung bagi masyarakat.
“Peringatan usia emas ke-50 Bapak Bahlil Lahadalia ini kami maknai dengan wujud syukur dan kepedulian. Kami sengaja menghadirkan tepat 50 anak yatim, sebuah angka yang simbolis merepresentasikan usia beliau saat ini,” ujar Ade Puspita Sari.
Perempuan yang akrab disapa Teh Ade itu berharap doa yang dipanjatkan anak-anak yatim menjadi energi spiritual bagi Bahlil dalam menghadapi berbagai tantangan di masa mendatang.
“Kami meyakini bahwa doa anak-anak yatim ini sangat mustajab. Harapan kami dari Kota Bekasi, semoga di usia yang ke-50 ini, Ketua Umum senantiasa diberikan kesehatan, kebijaksanaan yang tajam, serta kekuatan untuk membawa Partai Golkar semakin dekat dan bermanfaat bagi rakyat,” katanya.
Menurut Ade, kegiatan tersebut juga memiliki pesan yang lebih luas. Politik, kata dia, tidak semestinya hanya berbicara mengenai kekuasaan, elektoral, maupun konsolidasi organisasi, tetapi harus mampu diterjemahkan menjadi kerja nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Karena itu, santunan dan doa bersama tersebut menjadi bagian dari upaya DPD Golkar Kota Bekasi membangun kesadaran di kalangan kader bahwa aktivitas politik harus berjalan beriringan dengan kepedulian sosial.
“Kerja politik harus tetap memiliki wajah kemanusiaan. Kader harus hadir bukan hanya ketika membutuhkan dukungan masyarakat, tetapi juga ketika masyarakat membutuhkan kepedulian,” menjadi semangat yang mengemuka dalam kegiatan tersebut.
Bagi jajaran Golkar Kota Bekasi, menghadirkan 50 anak yatim bukan sekadar angka simbolis. Momentum tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa semakin tinggi usia dan tanggung jawab kepemimpinan, semakin besar pula tuntutan untuk berbagi dan memberikan manfaat.
Kegiatan berlangsung dalam suasana sederhana, khidmat, dan penuh keakraban. Para kader dan pengurus turut berbagi kebahagiaan melalui santunan kepada anak-anak yatim.
Dari Kota Bekasi, pesan yang ingin disampaikan pun menjadi jelas: ulang tahun seorang pemimpin bukan semata tentang bertambahnya usia, tetapi juga tentang memperpanjang jejak kebaikan dan memperbesar manfaat bagi sesama.
Perayaan HUT ke-50 Bahlil Lahadalia oleh DPD Golkar Kota Bekasi akhirnya menjadi refleksi bahwa politik yang dekat dengan rakyat tidak cukup hanya diwujudkan melalui narasi. Ia harus hadir dalam tindakan, kepedulian, dan keberpihakan kepada mereka yang membutuhkan. (Red)










