Beranda / Nasional / Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Prabowo: Jadi Kunci Percepatan Swasembada Pangan

Harga Pupuk Subsidi Turun 20 Persen, Prabowo: Jadi Kunci Percepatan Swasembada Pangan

Jakarta, sidikbangsa.com — Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan capaian yang disebutnya sebagai tonggak baru dalam sejarah pertanian Indonesia. Untuk pertama kalinya, harga pupuk subsidi berhasil ditekan hingga 20 persen, di tengah peningkatan volume ketersediaan pupuk bagi petani.

Prabowo menyampaikan capaian tersebut dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI dan DPD RI Tahun 2026 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026).

Menurut Prabowo, penurunan harga pupuk merupakan bagian dari pembenahan besar-besaran tata kelola distribusi pupuk subsidi. Pemerintah menyederhanakan sebanyak 145 aturan penyaluran pupuk untuk memangkas birokrasi dan memastikan pupuk tersedia secara tepat sasaran serta sesuai dengan kebutuhan petani.

“145 aturan penyaluran pupuk telah kita hilangkan, harga pupuk berhasil kita turunkan 20 persen. Hal ini terjadi pertama kali dalam sejarah Negara Kesatuan Republik Indonesia,” kata Prabowo.

Harga Turun, Volume Pupuk Justru Bertambah

Prabowo menekankan, kebijakan pemerintah tidak hanya berorientasi pada penurunan harga. Di saat harga pupuk subsidi ditekan, volume pupuk yang tersedia bagi masyarakat juga ditingkatkan.

Pemerintah mengalokasikan sekitar 9,55 juta ton pupuk subsidi untuk sektor pertanian dan 295.676 ton untuk sektor perikanan.

Kombinasi antara harga yang lebih terjangkau, peningkatan volume, serta perbaikan mekanisme distribusi dinilai menjadi faktor penting dalam mendorong produktivitas nasional.

“Pada saat yang bersamaan, harga turun, tapi volume ketersediaan pupuk tambah untuk rakyat kita. Sehingga rakyat kita sekarang mudah mendapatkan pupuk dan karena itulah produksi meningkat dan karena itulah juga kita lebih cepat swasembada pangan,” ujar Prabowo.

Ia menilai ketersediaan pupuk yang tepat waktu menjadi faktor krusial karena distribusinya harus menyesuaikan dengan masa tanam petani. Dengan demikian, petani tidak lagi menghadapi persoalan klasik berupa pupuk tersedia ketika masa pemupukan telah terlewat.

Laba Pupuk Indonesia Naik 252,8 Persen

Menariknya, Prabowo juga menyebut kebijakan tersebut tidak membuat kinerja badan usaha milik negara di sektor pupuk tertekan. Sebaliknya, keuntungan PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut melonjak 252,8 persen pada 2025.

“Pada saat yang bersamaan, keuntungan PT Pupuk Indonesia, perusahaan negara, BUMN keuntungannya naik 252,8 persen. Harga pupuk turun, volume tambah, tapi keuntungan bagi PT Pupuk Indonesia naik 252,8 persen,” ungkapnya.

Bagi Prabowo, angka tersebut menunjukkan bahwa pembenahan tata kelola, efisiensi, dan penyederhanaan distribusi dapat berjalan beriringan dengan upaya memberikan harga yang lebih terjangkau kepada masyarakat.

Gotong Royong Percepat Swasembada Pangan

Presiden menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama lintas sektor. Ia memberikan apresiasi kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, jajaran Kementerian Pertanian, para penyuluh pertanian, kementerian terkait, pemerintah daerah, hingga TNI dan Polri.

Prabowo menilai kolaborasi tersebut menjadi fondasi penting dalam mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

“Ini adalah akibat kerja tim yang membantu saya, Menteri Pertanian dengan seluruh jajarannya, para penyuluh pertanian, didukung oleh banyak kementerian lain, didukung oleh pemda, didukung oleh TNI/Polri,” tuturnya.

Ia menegaskan, capaian sektor pangan tidak lahir dari kerja satu institusi. Semangat gotong royong seluruh elemen pemerintahan menjadi salah satu faktor yang menurutnya membuat Indonesia mampu meningkatkan produksi pangan dan mempercepat langkah menuju swasembada.

Dengan harga pupuk yang lebih murah, volume yang meningkat, distribusi yang disederhanakan, serta dukungan terhadap produktivitas petani, pemerintah berharap ketahanan pangan Indonesia semakin kuat dan ketergantungan terhadap pasokan dari luar negeri dapat ditekan.

Prabowo pun menilai rangkaian kebijakan tersebut sebagai bagian dari prestasi nasional yang telah mendapat pengakuan dunia.

“Semuanya ini dengan semangat gotong royong kita telah mencapai prestasi yang telah diakui dunia,” tegasnya. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *