Jakarta, sidikbangsa.com – Dedi Mulyadi resmi melarang seluruh siswa di Jawa Barat membawa sepeda motor ke sekolah. Kebijakan tegas ini tertuang dalam Surat Edaran Gubernur Nomor 45/PK.03.03/Kesra/2025 dan menjadi bagian dari program besar “9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat” menuju visi Gapura Panca Waluya: Cageur, Bageur, Bener, Pinter, tur Singer.
Larangan berlaku untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai PAUD hingga SMA/SMK. Aturan ini secara khusus menyasar siswa yang belum memiliki SIM, sekaligus menegakkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang kerap diabaikan pelajar.
Sebagai solusi, siswa didorong menggunakan angkutan umum, bersepeda, atau berjalan kaki. Orang tua pun wajib menandatangani surat pernyataan bermaterai sebagai bentuk komitmen kepatuhan.
SE No.45 juga mencabut tiga edaran sebelumnya (SE No.64/2024, SE No.42/2025, dan SE No.43/2025) sehingga kini menjadi satu-satunya aturan resmi yang berlaku.
Tak hanya soal kendaraan, edaran ini memuat kebijakan strategis lain:
Peningkatan sarana sekolah, termasuk penyediaan toilet di ruang kelas baru.
Peningkatan kualitas guru agar lebih adaptif dan berorientasi pada pembentukan karakter.
Larangan study tour dan wisuda/perpisahan yang dinilai membebani orang tua dan minim nilai akademik. Sekolah diarahkan pada kegiatan inovatif seperti pengelolaan sampah, pertanian organik, peternakan, perikanan, serta pengenalan dunia usaha dan industri.
Siswa wajib membawa bekal dari rumah guna mendukung program Makan Bergizi Gratis dan membiasakan menabung.
Penguatan wawasan kebangsaan melalui kegiatan Pramuka, Paskibra, dan PMR.
Pembinaan khusus bagi siswa bermasalah, seperti terlibat tawuran, kecanduan gim, merokok, balapan liar, atau pelanggaran lain, melalui kerja sama Pemprov Jabar, Pemkab/Pemkot, TNI, dan Polri atas persetujuan orang tua.
Penguatan pendidikan moral dan spiritual sesuai agama masing-masing peserta didik.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat menegaskan kebijakan ini bukan untuk membatasi siswa, melainkan membangun disiplin dan karakter kuat sejak dini demi melahirkan generasi muda yang sehat, berakhlak, cerdas, dan berdaya saing tinggi. (Red)









