Beranda / Nasional / Waspadai PMK dan LSD, PDHI-Human Initiative Perkuat Pengawasan Hewan Qurban 2026

Waspadai PMK dan LSD, PDHI-Human Initiative Perkuat Pengawasan Hewan Qurban 2026

Jakarta, sidikbangsa.com – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, kesehatan hewan qurban menjadi perhatian serius di tengah masih ditemukannya kasus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) di sejumlah daerah. Pemerintah bersama berbagai pihak pun memperkuat pengawasan agar hewan qurban yang dikonsumsi masyarakat tetap sehat dan aman.

Berdasarkan data Kementerian Pertanian, jumlah pemotongan hewan qurban pada 2025 mencapai 2,26 juta ekor atau meningkat sekitar 12 persen dibanding tahun sebelumnya. Kondisi tersebut mendorong pentingnya pengawasan kesehatan sapi maupun kambing/domba sebelum disembelih.

Dalam upaya tersebut, Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia berkolaborasi dengan Human Initiative melalui program “Sebar Qurban 2026”. Kerja sama ini mencakup pendampingan peternak, pemeriksaan kesehatan hewan qurban hingga edukasi penanganan daging sesuai standar kesehatan dan syariat.

Ketua Umum PB PDHI, Muhammad Munawaroh menegaskan masyarakat harus lebih teliti dalam memilih hewan qurban. Selain sehat dan cukup umur, hewan juga harus memenuhi prinsip ASUH, yakni Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

“Kasus PMK dan LSD masih ditemukan. Karena itu masyarakat harus memastikan hewan qurban dalam kondisi sehat serta memperhatikan kesejahteraan hewan saat proses penyembelihan,” ujarnya.

Sementara itu, GM Network Development Human Initiative, Ferry Suranto mengatakan program qurban yang dijalankan lembaganya telah berlangsung lebih dari 20 tahun dan menjangkau lebih dari satu juta penerima manfaat.

“Pada 2026, Human Initiative menargetkan penyaluran qurban di 27 provinsi, 134 kabupaten/kota serta 11 negara. Dukungan PDHI menjadi penguat dalam menjaga standar kesehatan hewan, kebersihan pemotongan hingga kualitas daging yang diterima masyarakat,” kata Ferry.

Selain memastikan kesehatan hewan, kedua pihak juga mendorong proses penyembelihan yang higienis, mulai dari pemisahan daging dan jeroan, kebersihan lokasi pemotongan hingga distribusi daging agar tetap layak konsumsi bagi masyarakat penerima manfaat. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *