Jakarta, sidikbangsa.com – Polda Metro Jaya kembali menggencarkan patroli malam melalui Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) guna mengantisipasi maraknya kejahatan jalanan dan gangguan keamanan serta ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah ibu kota. Sebanyak 140 personel gabungan diterjunkan dalam patroli skala besar yang difokuskan di kawasan Jakarta Selatan, Sabtu malam (23/5/2026).
Apel kesiapan patroli digelar di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya sekitar pukul 23.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Kanit 3 Subdit Waster Ditpamobvit Polda Metro Jaya, Kompol Miftakhul Huda.
Dalam keterangannya, Kompol Huda menegaskan bahwa patroli KRYD merupakan langkah preventif kepolisian untuk menekan angka kriminalitas jalanan yang belakangan menjadi perhatian masyarakat, khususnya kasus 3C yakni pencurian dengan pemberatan (curat), pencurian dengan kekerasan (curas), dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor).
“Kegiatan ini merupakan langkah rutin yang ditingkatkan untuk menjaga situasi tetap aman dan kondusif, terutama dari potensi kejahatan jalanan dan gangguan kamtibmas lainnya,” ujar Kompol Huda.
Tak hanya mengantisipasi aksi kriminalitas, patroli gabungan tersebut juga menyasar potensi tawuran warga, balap liar, hingga aktivitas kelompok remaja yang kerap meresahkan masyarakat pada malam hingga dini hari.
Sebanyak 140 personel yang diterjunkan terdiri dari 100 anggota Polri, 30 personel TNI, serta 10 anggota Satpol PP. Seluruh personel disebar secara mobile ke sejumlah titik yang dinilai rawan terjadi gangguan keamanan.
Menurut Kompol Huda, pola patroli dilakukan secara dinamis dan situasional menyesuaikan perkembangan kondisi di lapangan. Strategi tersebut dinilai efektif untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan yang kerap berpindah lokasi dan memanfaatkan kelengahan aparat.
“Pola pergerakan patroli dilakukan secara dinamis untuk mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas di lapangan,” katanya.
Langkah Polda Metro Jaya mengintensifkan patroli malam dinilai menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas keamanan di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat pada akhir pekan. Kehadiran aparat gabungan di lapangan diharapkan mampu memberikan efek cegah sekaligus rasa aman bagi warga yang masih beraktivitas pada malam hari.
Masyarakat pun diimbau tetap waspada dan segera melapor apabila menemukan aktivitas mencurigakan atau berpotensi menimbulkan gangguan keamanan di lingkungan sekitar. (Pas/Red)









