Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Layanan Posko Lebaran yang dibuka Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bekasi terbukti efektif menjawab kebutuhan masyarakat di tengah libur panjang Idulfitri 2026. Puluhan warga memanfaatkan layanan tersebut, terutama untuk pencetakan ulang e-KTP.
Tercatat, sebanyak 96 warga telah mengajukan cetak ulang kartu identitas elektronik selama periode pelayanan khusus libur Lebaran.
Kepala Disdukcapil Kota Bekasi, Taufiq Rachmat Hidayat, mengatakan layanan tambahan ini sengaja dihadirkan sebagai solusi bagi masyarakat yang tidak memiliki waktu mengurus administrasi pada hari kerja.
“Sekitar 96 warga sudah melakukan cetak ulang e-KTP di posko pelayanan tambahan selama libur Lebaran 2026,” ujarnya.
Ia menjelaskan, posko pelayanan dibuka di halaman Kantor Disdukcapil Kota Bekasi pada 18, 19, 23, dan 24 Maret 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB. Layanan ini dirancang fleksibel agar tetap dapat diakses masyarakat meski dalam suasana libur.
“Layanan ini kami hadirkan agar masyarakat tetap bisa mengurus administrasi kependudukan meski dalam masa libur Lebaran,” jelasnya.
Tak hanya cetak ulang e-KTP, Disdukcapil juga membuka layanan terbatas lainnya, seperti pembuatan Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, hingga perubahan data kependudukan.
“Seluruh layanan dasar administrasi kependudukan tetap kami buka secara terbatas selama periode libur ini,” tegas Taufiq.
Di sisi lain, warga mengaku sangat terbantu dengan kehadiran posko tersebut. Siti (34), salah satu pemohon layanan, mengungkapkan dirinya sengaja datang saat libur karena kesulitan mengurus dokumen di hari kerja.
“Kalau hari kerja saya sulit izin, jadi layanan saat libur seperti ini sangat membantu,” ujarnya.
Hal serupa disampaikan Andi (41), yang membutuhkan e-KTP untuk keperluan administrasi mendesak.
“Saya butuh cepat untuk urusan berkas, jadi alhamdulillah tetap bisa dilayani meskipun lagi libur Lebaran,” katanya.
Taufiq menambahkan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi indikator bahwa kebutuhan layanan administrasi kependudukan tetap tinggi, bahkan saat libur panjang. Hal ini, menurutnya, menjadi bahan evaluasi bagi peningkatan kualitas pelayanan publik ke depan.
“Ini menunjukkan pelayanan publik harus adaptif dan tetap hadir di tengah kebutuhan masyarakat, kapan pun,” pungkasnya. (Red)









