Jakarta, sidikbangsa.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperingatkan masyarakat di enam provinsi dan empat kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan petir hingga hujan kategori sangat lebat pada Minggu (22/2/2026).
Peringatan ini dikeluarkan menyusul terdeteksinya sirkulasi siklonik di Filipina bagian selatan dan Samudra Pasifik Timur Laut Papua yang memicu terbentuknya daerah konvergensi dan konfluensi di sejumlah wilayah Indonesia.
Prakirawan BMKG, Medayu Bestari, menjelaskan bahwa sistem atmosfer tersebut memanjang di Laut Sulawesi hingga pesisir utara Papua dan berpotensi memperkuat pertumbuhan awan hujan secara signifikan.
“Sistem ini membentuk daerah konvergensi dan konfluensi yang memicu peningkatan aktivitas hujan di sejumlah wilayah,” ujarnya dalam siaran resmi BMKG, Sabtu (21/2/2026).
Enam Provinsi Berstatus Waspada Hujan Lebat–Sangat Lebat
BMKG mencatat wilayah berikut berpotensi mengalami hujan lebat hingga sangat lebat:
• Jawa Barat
• Jawa Tengah
• Jawa Timur
• Nusa Tenggara Timur
• Papua Tengah
• Papua Pegunungan
Wilayah-wilayah tersebut diminta mewaspadai potensi banjir, genangan, longsor, serta angin kencang yang bisa menyertai hujan deras.
Empat Kota Berpotensi Hujan Petir
Ancaman hujan disertai kilat/petir juga mengintai sejumlah kota besar, yakni:
• Palembang
• Jakarta
• Tanjung Selor
• Merauke
Selain itu, hujan lebat juga berpotensi mengguyur Nabire.
Wilayah Hujan Sedang hingga Ringan
Hujan kategori sedang diprakirakan terjadi di:
• Bengkulu
• Serang
• Yogyakarta
• Denpasar
• Mamuju
Sementara hujan ringan berpotensi membasahi sejumlah wilayah di Sumatera hingga Papua, termasuk Bandung, Semarang, Surabaya, Pontianak, Palangkaraya, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Ternate, Ambon, dan daratan utama Papua.
BMKG juga mendeteksi pertumbuhan awan tebal di Aceh, Medan, dan Pekanbaru. Adapun fenomena asap dan kabut terpantau menyelimuti Banjarmasin, Samarinda, Manado, Gorontalo, dan Palu.
BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca melalui kanal resmi dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem, terutama bagi warga yang tinggal di wilayah rawan banjir dan longsor. (Red)









