Beranda / Daerah / Tim SAR Evakuasi 90 Korban Gempa Nagekeo, 40 Orang Meninggal Dunia

Tim SAR Evakuasi 90 Korban Gempa Nagekeo, 40 Orang Meninggal Dunia

Jakarta, sidikbangsa.com – Tim SAR Gabungan terus mengintensifkan operasi pencarian dan pertolongan di sejumlah wilayah terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026).

Gempa kuat tersebut terjadi sekitar pukul 05.58 WITA. Pusat gempa dilaporkan berada sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo. Guncangan berdampak pada sejumlah wilayah di Flores dan sekitarnya.

Hingga Sabtu petang, Tim SAR Gabungan mencatat 90 orang menjadi korban terdampak gempa, terdiri atas 40 orang meninggal dunia dan 50 orang mengalami luka-luka, termasuk korban dengan kondisi luka berat.

Kepala Kantor SAR Maumere Fathur Rahman mengatakan angka tersebut merupakan hasil rekapitulasi sementara hingga pukul 18.30 WITA. Proses pendataan masih berlangsung karena petugas terus melakukan penyisiran di sejumlah lokasi terdampak.

“Menginformasikan pukul 18.30 WITA rekapitulasi korban sementara meninggal dunia 40 orang, luka-luka atau luka berat 50 orang. Total korban keseluruhan 90 orang,” kata Fathur.

Seluruh Kekuatan SAR Dikerahkan

Fathur menegaskan seluruh personel dan sarana yang dimiliki Kantor SAR Maumere dikerahkan untuk mempercepat proses pencarian, pertolongan, dan evakuasi korban.

Kantor SAR Maumere juga mengerahkan KN SAR Puntadewa untuk memperkuat operasi di wilayah terdampak. Upaya pencarian dilakukan bersama berbagai potensi SAR yang berada di wilayah Flores.

“Kami juga menggerakkan KN SAR Puntadewa untuk mengoptimalkan operasi SAR. Bersama potensi SAR di seluruh Flores, kami berupaya melakukan penyelamatan dengan cepat, tepat, dan aman,” ujarnya.

Sebanyak 281 personel dilibatkan dalam operasi kemanusiaan tersebut. Mereka berasal dari unsur TNI, KSOP, Polri, BPBD, PMI, pemerintah daerah, serta berbagai potensi SAR lainnya.

Para personel disebar ke sejumlah titik yang dilaporkan terdampak gempa. Fokus utama mereka adalah menemukan korban yang masih membutuhkan pertolongan, mengevakuasi korban dari lokasi berbahaya, serta memastikan masyarakat terdampak dapat dipindahkan ke tempat yang lebih aman.

Pendataan Korban Masih Berlangsung

Fathur mengatakan jumlah korban masih bersifat sementara. Tim di lapangan terus melakukan pendataan dan berkoordinasi dengan BPBD serta pemerintah daerah untuk memastikan data korban yang dihimpun akurat.

Di sisi lain, Tim SAR Gabungan masih melakukan penyisiran di lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan maupun kawasan yang berpotensi terdapat korban tertimbun.

Operasi pencarian dan pertolongan hingga Sabtu malam masih berlangsung. Petugas memprioritaskan pencarian korban yang diduga masih tertimbun, penanganan korban luka, serta evakuasi warga ke lokasi yang dinilai lebih aman.

Kondisi di lapangan masih dinamis. Selain menghadapi kerusakan akibat guncangan utama, petugas juga harus mengantisipasi kemungkinan gempa susulan dan kondisi medan yang dapat menghambat proses evakuasi.

Tim SAR mengimbau masyarakat terdampak untuk tetap mengikuti arahan petugas dan tidak kembali ke bangunan yang mengalami kerusakan sebelum dinyatakan aman.

Operasi kemanusiaan tersebut akan terus dilanjutkan hingga seluruh wilayah prioritas selesai disisir dan masyarakat yang membutuhkan pertolongan berhasil dievakuasi. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *