Home / Daerah / Ahmad Ali: Warga NTT Mengingat Hasil Kerja Jokowi, Bukan Sekadar Pidato

Ahmad Ali: Warga NTT Mengingat Hasil Kerja Jokowi, Bukan Sekadar Pidato

“PSI: Sambutan Hangat Masyarakat NTT untuk Jokowi Buah dari Satu Dekade Pembangunan Nyata.”

Jakarta, sidikbangsa.com – Ketua Harian DPP Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Ahmad Ali menilai sambutan hangat masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) terhadap Presiden ke-7 RI Joko Widodo merupakan bentuk apresiasi yang lahir dari hasil pembangunan yang dirasakan langsung oleh masyarakat selama satu dekade terakhir.

Menurut Ahmad Ali, kedekatan Jokowi dengan masyarakat NTT tidak terbentuk secara instan, melainkan merupakan akumulasi dari berbagai program pembangunan yang membawa perubahan nyata di wilayah tersebut.

“Rakyat selalu memiliki cara untuk menghargai pemimpin yang bekerja dengan sungguh-sungguh. Mereka tidak hanya mengingat pidato, tetapi juga mengingat hasil kerja yang mereka rasakan dalam kehidupan sehari-hari,” kata Ahmad Ali dalam keterangannya, Sabtu.

Ia menjelaskan, selama memimpin Indonesia, Jokowi menempatkan NTT sebagai salah satu daerah prioritas dalam agenda pembangunan Indonesia-sentris. Kebijakan tersebut diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, mulai dari penyediaan air, konektivitas transportasi, hingga penguatan sektor ekonomi daerah.

Sejumlah bendungan strategis seperti Raknamo di Kabupaten Kupang, Rotiklot di Belu, Napun Gete di Sikka, hingga Bendungan Temef di Timor Tengah Selatan dibangun untuk menjawab persoalan krisis air yang selama bertahun-tahun menjadi tantangan utama di NTT. Kehadiran bendungan-bendungan tersebut dinilai tidak hanya mendukung kebutuhan air bersih, tetapi juga memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat.

Selain itu, pemerintah juga mempercepat pembangunan dan peningkatan kualitas jalan, pelabuhan, bandara, serta kawasan perbatasan guna membuka akses konektivitas antarwilayah. Menurut Ahmad Ali, langkah tersebut memberikan dampak signifikan terhadap mobilitas masyarakat dan distribusi barang yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan timur Indonesia.

“Pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada fisik semata, tetapi juga membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ahmad Ali menambahkan, salah satu warisan pembangunan paling menonjol dari era pemerintahan Jokowi di NTT adalah transformasi Labuan Bajo menjadi destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan yang sebelumnya dikenal sebagai pintu gerbang menuju Taman Nasional Komodo itu kini berkembang menjadi salah satu ikon pariwisata nasional yang mendapat perhatian internasional.

Penataan kawasan wisata, pengembangan Bandara Komodo, peningkatan infrastruktur pendukung, hingga masuknya berbagai investasi di sektor pariwisata telah mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan meningkatkan daya saing Labuan Bajo di tingkat global.

“Transformasi Labuan Bajo menunjukkan bagaimana pembangunan yang terencana dapat mengangkat potensi daerah menjadi kekuatan ekonomi baru. Hari ini Labuan Bajo tidak hanya menjadi kebanggaan NTT, tetapi juga wajah pariwisata Indonesia di mata dunia,” tegasnya.

Menurut Ahmad Ali, berbagai capaian pembangunan tersebut menjadi alasan mengapa masyarakat NTT masih menyimpan kedekatan emosional dengan Jokowi. Baginya, apresiasi yang diberikan masyarakat merupakan cerminan dari kepercayaan yang dibangun melalui kerja nyata dan hasil yang dapat dirasakan secara langsung oleh rakyat. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *