Home / Hukum & Kriminal / KDM Soroti Keamanan Bendungan Jatiluhur, Desak PJT II Bangun Command Center 24 Jam Usai Satpam Tewas Terborgol  

KDM Soroti Keamanan Bendungan Jatiluhur, Desak PJT II Bangun Command Center 24 Jam Usai Satpam Tewas Terborgol  

Purwakarta, sidikbangsa.com – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik keras terhadap manajemen PJT II menyusul tewasnya seorang petugas keamanan di kawasan Bendungan Jatiluhur, Kabupaten Purwakarta, yang ditemukan dalam kondisi mengenaskan dengan tangan terborgol. Menurutnya, lemahnya sistem pengamanan di kawasan Objek Vital Nasional (Obvitnas) tersebut harus menjadi perhatian serius.

Dedi menyoroti minimnya fasilitas kamera pengawas (CCTV) di sepanjang area tanggul Bendungan Jatiluhur. Padahal, bendungan tersebut memiliki fungsi strategis sebagai pengendali banjir, pembangkit listrik, penyedia air baku, penunjang sektor pertanian, hingga perikanan.

“Bayangkan, perusahaan besar punya fungsi menjaga keselamatan negara, penahan banjir, pembangkit listrik, penyedia air bersih, pertanian, hingga perikanan. Masa di tanggulnya tidak ada CCTV?” ujar Dedi usai keluar dari Gedung Satreskrim Polres Purwakarta, Senin (27/7/2026).

Menurut Dedi, sistem pengamanan di kawasan bendungan harus segera dievaluasi secara menyeluruh. Ia mendesak PJT II membangun command center yang beroperasi selama 24 jam penuh dengan dukungan jaringan CCTV yang menjangkau seluruh titik strategis di kawasan bendungan.

Ia menilai keberadaan pusat kendali tersebut sangat penting untuk memantau setiap aktivitas yang terjadi di area bendungan secara real time, sehingga potensi tindak kriminal maupun ancaman terhadap objek vital negara dapat dideteksi sejak dini.

“Harus ada ruangan command center yang dijaga piket 24 jam. Titik-titik pemantauan bisa digeser dan setiap pergerakan orang harus terbaca. Bayangkan, ini kasusnya pembunuhan. Bagaimana kalau ada orang membawa bahan peledak menggunakan mobil lalu ditinggalkan begitu saja?” tegasnya.

Sebelum mendatangi Mapolres Purwakarta, Dedi terlebih dahulu mengunjungi keluarga korban untuk menyampaikan belasungkawa sekaligus memberikan dukungan moril. Setelah itu, ia bertemu dengan jajaran Satreskrim Polres Purwakarta guna memperoleh informasi terbaru mengenai perkembangan penyelidikan kasus dugaan pembunuhan tersebut.

“Hari ini saya bertemu dengan Pak Kasat Reskrim untuk menanyakan perkembangan kasus dugaan pembunuhan ini. Kita meminta agar kasus ini segera terungkap pelakunya karena menyangkut rasa aman masyarakat Jawa Barat,” katanya.

Dedi menegaskan, sebagai kepala daerah dirinya berkewajiban memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian dalam mengungkap berbagai tindak kriminal yang menjadi perhatian publik. Ia berharap pelaku segera ditangkap agar masyarakat kembali merasa aman, sekaligus menjadi momentum pembenahan sistem keamanan di kawasan Bendungan Jatiluhur sebagai salah satu aset strategis nasional.

Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan aparat dalam mengungkap kasus-kasus besar akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap penegakan hukum. Dedi mencontohkan pengungkapan kasus di Indramayu yang sebelumnya turut dikawalnya hingga proses persidangan sebagai bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *