Home / Daerah / Proyek Jalan Rigid di Kayuringin Jaya Disorot, Diduga Minim Transparansi dan Tak Sesuai Spesifikasi

Proyek Jalan Rigid di Kayuringin Jaya Disorot, Diduga Minim Transparansi dan Tak Sesuai Spesifikasi

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pekerjaan infrastruktur jalan rigid (beton) di wilayah Jalan Udang Raya dan Jalan Udang 3, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, menuai sorotan warga. Proyek tersebut diduga tidak transparan dan berpotensi tidak memenuhi spesifikasi teknis sebagaimana mestinya.

Pasalnya, sejak awal pelaksanaan hingga proyek rampung sekitar lima hari lalu, tidak ditemukan papan nama proyek atau papan informasi yang lazim dipasang dalam setiap kegiatan pembangunan pemerintah. Kondisi ini memicu kecurigaan warga yang menyebut proyek tersebut terkesan seperti “proyek siluman”.

Ketua RW 08, Hendri, saat dikonfirmasi pada Kamis (16/4/2026), membenarkan bahwa proyek tersebut tidak dilengkapi papan informasi sejak awal pengerjaan.“Betul, dari awal tidak ada papan nama proyek. Kalau soal pelaksana, menurut pekerja di lapangan katanya dari PT Kawasan Berikat Nusantara,” ujar Hendri.

Ia juga mengungkapkan bahwa proyek tersebut telah selesai sekitar lima hari lalu. Namun, terkait detail teknis pekerjaan, Hendri mengaku tidak mengetahui secara pasti.

“Awalnya disebut ketebalan cor di Jalan Udang Raya 15 cm, sedangkan di Jalan Udang 3 sekitar 10 cm. Kalau yang lain saya tidak tahu,” tambahnya.

Hal senada disampaikan Ketua RW 08 lainnya, Aiptu Satimin Prakarsa, yang mengaku bahwa proyek tersebut memang merupakan usulan warga yang baru direalisasikan.

“Memang kami usulkan, dan sekarang sudah dikerjakan. Tapi soal papan proyek memang tidak ada, dan saya juga tidak tahu pasti perusahaan pelaksananya. Saya ini bukan dari bidang teknis,” ujarnya saat ditemui Jumat pagi (17/4/2026).

Sementara itu, warga setempat, Halim (81), yang tinggal di sekitar Jalan Udang 3, menilai terdapat kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan.

“Awalnya saya lihat bekistingnya sekitar 10 cm, tapi saat pelaksanaan sepertinya hanya sekitar 5 cm. Kenapa bisa begitu, saya juga tidak mengerti,” ungkapnya.

Hasil pengamatan di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian ketebalan beton. Pada Jalan Udang 3, lapisan beton lama diperkirakan setebal 4 cm, sementara tambahan beton baru diduga hanya sekitar 5 cm, jauh dari spesifikasi awal 10 cm. Bahkan, terdapat indikasi manipulasi visual pada bagian tepi agar terlihat lebih tebal.

Kondisi serupa juga ditemukan di Jalan Udang Raya. Ketebalan yang seharusnya mencapai 15 cm diduga hanya terealisasi sekitar 8 hingga 9 cm dari dasar.

Tak hanya itu, kualitas material beton pun dipertanyakan. Warga menilai mutu beton yang digunakan diduga tidak sesuai standar, bahkan disebut hanya setara K-250, bukan K-350 sebagaimana umumnya digunakan untuk jalan lingkungan dengan beban tertentu. Indikasinya terlihat dari permukaan beton yang mudah berdebu saat disapu.

Upaya konfirmasi kepada Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Idi Susanto, hingga berita ini diturunkan belum membuahkan hasil. Nomor telepon seluler yang bersangkutan tidak dapat dihubungi.

Kasus ini menambah daftar panjang sorotan terhadap proyek infrastruktur di daerah yang dinilai masih minim transparansi dan pengawasan. Warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan audit teknis serta memastikan setiap proyek berjalan sesuai spesifikasi dan prinsip akuntabilitas. (Pas/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *