Beranda / Daerah / Jelang HUT ke-81 RI, Upacara Tabur Bunga di Kali Sasak Kapuk Dimatangkan

Jelang HUT ke-81 RI, Upacara Tabur Bunga di Kali Sasak Kapuk Dimatangkan

Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, persiapan Upacara Tabur Bunga di Kali Sasak Kapuk, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi, terus dimatangkan.

Panitia bersama unsur Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi menggelar gladi kotor di lokasi upacara, Selasa (11/8/2026). Simulasi tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh rangkaian prosesi yang akan digelar pada 17 Agustus 2026 berjalan tertib, khidmat, dan lancar.

Gladi kotor dipimpin lima inisiator kegiatan, yakni Arif Rahman Hakim, Rudy Heryansah, H. Suryo Harjo, Alex Lukman Hakim, dan Muhaimin Jawir. Mereka memastikan kesiapan teknis di lapangan sekaligus mengevaluasi berbagai aspek yang berpotensi menjadi kendala saat pelaksanaan upacara puncak.

Selain mematangkan tata urutan prosesi, simulasi juga dilakukan untuk memetakan kesiapan setiap unsur yang terlibat, termasuk pembagian tugas, koordinasi antarpihak, hingga kesiapan pada sejumlah titik penugasan.

Sejumlah unsur pemerintahan turut memantau jalannya gladi. Di antaranya perwakilan Pemkot Bekasi, jajaran Kecamatan Medan Satria, aparatur Kelurahan Pejuang, serta tokoh masyarakat setempat.

Sekretaris Panitia Pelaksana, Rudy Heryansah, mengatakan persiapan Upacara Tabur Bunga tidak semata-mata diarahkan untuk memastikan seremoni berlangsung tanpa kendala. Lebih dari itu, kegiatan tersebut diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat semangat kebangsaan dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan.

“Acara tabur bunga yang memasuki tahun kedua ini kami harapkan tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi momentum nyata untuk menumbuhkan kembali semangat nasionalisme, persatuan, dan kepedulian terhadap nilai-nilai perjuangan para pahlawan,” ujar Rudy di lokasi kegiatan.

Menurut dia, kedisiplinan dan pemahaman terhadap tugas masing-masing unsur menjadi salah satu kunci keberhasilan pelaksanaan upacara. Setiap personel, kata Rudy, harus memahami peran dan tanggung jawabnya agar seluruh prosesi dapat berlangsung sesuai tata urutan yang telah disiapkan.

“Yang tidak kalah penting adalah bagaimana setiap unsur memahami peran masing-masing. Dengan koordinasi yang baik, penghormatan kepada para pahlawan dan makna kemerdekaan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat,” katanya.

Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Pelaksanaan Upacara Tabur Bunga di Kali Sasak Kapuk juga menjadi gambaran kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menyambut momentum kemerdekaan.

Lurah Pejuang, Suhendra, menyambut positif keterlibatan berbagai elemen dalam persiapan kegiatan tersebut. Menurutnya, gladi kotor memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kesiapan teknis sekaligus menjadi ruang evaluasi sebelum pelaksanaan upacara pada 17 Agustus mendatang.

“Semangat kemerdekaan bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga tentang menjaga persatuan dan meneruskan perjuangan melalui pengabdian di masa kini,” tutur Suhendra.

Ia menilai semangat tersebut penting terus ditanamkan di tengah masyarakat, khususnya generasi muda. Peringatan kemerdekaan, kata dia, tidak seharusnya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi harus mampu menghadirkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan kontribusi positif.

Kali Sasak Kapuk dipilih sebagai lokasi pelaksanaan tabur bunga sekaligus menjadi ruang refleksi untuk mengenang perjuangan dan pengorbanan para pahlawan. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan diharapkan tidak hanya berjalan secara teknis dengan baik, tetapi juga memiliki pesan kebangsaan yang kuat.

Dengan persiapan lintas sektor yang terus dimatangkan, panitia dan Pemkot Bekasi berharap Upacara Tabur Bunga pada 17 Agustus 2026 dapat berlangsung dengan tertib dan penuh khidmat.

Lebih jauh, kegiatan yang memasuki tahun kedua tersebut diharapkan berkembang menjadi tradisi kebangsaan yang melibatkan masyarakat secara luas. Momentum itu sekaligus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya diraih melalui perjuangan masa lalu, tetapi juga harus dijaga dan diisi melalui persatuan, kepedulian, serta pengabdian pada masa kini.

Sinergi antara pemerintah, panitia, tokoh masyarakat, dan warga menjadi modal penting agar peringatan HUT ke-81 RI di Kota Bekasi tidak sekadar meriah, tetapi juga meninggalkan pesan kuat tentang nasionalisme dan penghormatan terhadap jasa para pahlawan. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *