Beranda / Ekonomi / Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Pramono Anung Targetkan Transaksi Tembus Rp8 Triliun

Jakarta Fair Kemayoran 2026 Resmi Dibuka, Pramono Anung Targetkan Transaksi Tembus Rp8 Triliun

Jakarta, sidikbangsa.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara resmi membuka gelaran Jakarta Fair Kemayoran (JFK) 2026 di Arena JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026). Ajang pameran multiproduk terbesar di Asia Tenggara ini kembali hadir sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi, perdagangan, investasi, dan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam sambutannya, Pramono menegaskan bahwa Jakarta Fair telah menjelma menjadi ikon perayaan ulang tahun Kota Jakarta yang memiliki nilai historis dan ekonomi tinggi. Bahkan, menurutnya, penyelenggaraan tahun depan akan menjadi momentum yang jauh lebih istimewa karena bertepatan dengan peringatan 500 tahun Kota Jakarta pada 2027.

“Jakarta Fair Kemayoran merupakan salah satu ikon perayaan ulang tahun Kota Jakarta yang selalu dinantikan masyarakat. Tahun depan Jakarta akan memasuki usia 500 tahun. Ini adalah momentum bersejarah yang harus dipersiapkan secara matang agar menjadi perayaan yang membanggakan,” ujar Pramono.

Ia berharap penyelenggaraan Jakarta Fair terus berkembang dan mampu mencatatkan capaian yang lebih besar setiap tahunnya, baik dari sisi jumlah pengunjung maupun nilai transaksi ekonomi yang dihasilkan.

Menurutnya, Jakarta Fair bukan sekadar arena hiburan rakyat, melainkan instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memperkuat daya saing pelaku usaha nasional.

“Tahun ini saya berharap jumlah pengunjung semakin meningkat dan transaksi yang terjadi bisa melampaui target. Jika bisa mencapai Rp8 triliun, itu akan menjadi pencapaian yang sangat baik. Bahkan ke depan transaksi UMKM di Jakarta Fair diharapkan mampu menembus Rp9 triliun,” katanya.

Pramono mengungkapkan, pada penyelenggaraan tahun sebelumnya Jakarta Fair berhasil menarik sekitar 5,9 juta pengunjung dengan nilai transaksi mencapai Rp7,3 triliun. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa event tahunan ini memiliki kontribusi besar terhadap perputaran ekonomi Jakarta.

“Target kita tahun ini jumlah pengunjung bisa menembus enam juta orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp8 triliun. Mudah-mudahan seluruh pihak dapat mendukung agar target tersebut tercapai,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Jakarta International Expo sekaligus Ketua Umum Panitia Jakarta Fair Kemayoran 2026, Siti Hartati Murdaya, menjelaskan bahwa pameran akan berlangsung selama 32 hari, mulai 11 Juni hingga 12 Juli 2026.

Menurut Hartati, tahun ini Jakarta Fair diikuti sekitar 2.800 perusahaan dengan 1.800 stan pameran yang menampilkan beragam produk unggulan dari berbagai sektor industri.

“Peserta terdiri dari pelaku UMKM, perusahaan nasional hingga perusahaan internasional. Jakarta Fair menjadi wadah promosi yang sangat efektif sekaligus mempertemukan pelaku usaha dengan konsumen dan investor,” ujarnya.

Selain menghadirkan ribuan produk dari berbagai sektor industri, Jakarta Fair Kemayoran 2026 juga menyuguhkan beragam hiburan untuk masyarakat. Mulai dari konser musik yang menampilkan sekitar 150 grup band nasional, parade karnaval, kontes Miss Jakarta Fair, wahana permainan anak, festival kuliner nusantara hingga pertunjukan pesta kembang api yang menjadi daya tarik utama setiap tahunnya.

Mengusung tema “Jakarta Fair Sebagai Wadah Pameran Multiproduk, Hiburan dan Pertemuan Bisnis untuk Mendorong Perdagangan serta Investasi dari UMKM hingga Industri Nasional dan Internasional”, gelaran tahun ini diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi bagi pelaku usaha, investor, industri kreatif, dan masyarakat luas.

Melalui ajang tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga ingin memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat ekonomi, perdagangan, investasi, dan destinasi penyelenggaraan kegiatan berskala internasional. Jakarta Fair Kemayoran 2026 pun diharapkan menjadi bagian penting dalam menyambut perayaan lima abad Kota Jakarta pada 2027, sekaligus menunjukkan optimisme pertumbuhan ekonomi ibu kota di tengah dinamika ekonomi global. (Sof/Pas)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *