Jakarta, sidikbangsa.com – Pengacara kondang Hotman Paris Hutapea angkat suara terkait polemik mundurnya anggota polisi Aipda Vicky Aristo usai dimutasi secara mendadak saat menangani dugaan kasus korupsi. Pernyataan tersebut disampaikan Hotman melalui video yang kini viral di media sosial, memicu perhatian publik terhadap isu integritas di tubuh kepolisian.
Dalam pernyataannya, Hotman secara langsung menyapa pimpinan institusi Polri, termasuk Kapolri dan Kapolda Sulut, seraya mempertanyakan latar belakang mutasi yang dinilai janggal.
“Halo Bapak Kapolri, Halo Bapak Kapolda Sulut! Saya Hotman Paris dari Bali. Saya mengikuti berita dan video viral tentang Aipda Vicky Aristo yang memilih mundur setelah dimutasi mendadak saat menangani kasus korupsi besar. Jujur, ini sangat menyentuh hati saya,” ujar Hotman.
Mutasi Dipertanyakan, Dinilai Tak Sekadar ‘Kebetulan’
Hotman menilai mutasi terhadap Aipda Vicky tidak bisa dipandang sebagai kebetulan semata. Dengan pengalaman puluhan tahun di dunia hukum, ia menyebut pola semacam ini patut dicurigai.
“Tidak ada yang benar-benar kebetulan jika polanya seperti ini. Saat seseorang serius mengusut kasus korupsi ‘Tas Ramah Lingkungan’ tahun 2020, lalu tiba-tiba dipindahkan ke daerah terpencil, ini harus dipertanyakan. Apakah ini murni penyegaran organisasi atau justru upaya membungkam?” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperkuat spekulasi publik bahwa ada potensi tekanan terhadap aparat penegak hukum yang berupaya mengungkap kasus besar.
Siap Kawal Kasus Jika Dibuka Kembali
Lebih lanjut, Hotman menyatakan kesiapannya untuk memberikan dukungan hukum apabila kasus tersebut kembali dibuka secara transparan. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap aparat yang bekerja dengan integritas.
“Saya minta institusi Polri memberi perhatian serius kepada sosok-sosok jujur seperti Vicky. Jangan sampai mereka merasa sendirian hingga harus melepas seragam. Jika ada indikasi ia disingkirkan karena integritasnya, saya siap mengawal kasus ini,” ujarnya.
Pesan untuk Vicky: “Keberanian Langka”
Dalam pesannya, Hotman memberikan apresiasi tinggi kepada Aipda Vicky atas keputusan yang dinilainya berani dan penuh prinsip.
“Vicky, kamu luar biasa. Tidak banyak yang berani melepas jabatan demi prinsip. Kalau butuh bantuan hukum atau ingin membuka kembali kasus ini secara transparan, datang saja ke Kopi Johny. Kita perjuangkan sampai tuntas,” ucapnya.
Ia juga menegaskan bahwa masyarakat membutuhkan aparat penegak hukum yang berani bersikap adil, bukan sekadar tunduk pada tekanan atasan.
Sorotan Publik pada Integritas Penegakan Hukum
Kasus ini kembali membuka diskursus lama terkait integritas dan independensi aparat dalam menangani perkara korupsi. Hotman pun mengingatkan bahwa hukum seharusnya ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu.
“Hukum harus tajam ke atas, bukan hanya ke bawah. Kita tunggu perkembangan selanjutnya,” pungkasnya.
Polemik ini kini menjadi perhatian luas publik, sekaligus ujian bagi komitmen transparansi dan profesionalisme di tubuh kepolisian. (Redaksi)









