Jakarta, sidikbangsa.com – Mantan Kepala BAIS TNI periode 2011–2013, Soleman Ponto, menilai pernyataan Saiful Mujani dan Islah Bahrawi terkait wacana penggulingan pemerintahan dapat dikategorikan sebagai ancaman dari sisi keamanan.
Menurut Soleman, pernyataan tersebut memicu respons serius dalam perspektif intelijen karena dianggap mengandung indikasi niat menumbangkan pemerintahan. Ia bahkan mengaku langsung “terbangun” saat mendengar pernyataan itu, karena sistem deteksi dini dalam dirinya sebagai mantan intelijen menangkap adanya sinyal bahaya.
“Kalau sudah ada kata-kata ‘menumbangkan’, itu bagi intelijen adalah indikasi niat. Begitu niat muncul, seluruh sensor deteksi dini langsung aktif,” ujarnya dalam program Rakyat Bersuara yang beredar di YouTube, Selasa (14/4/2026).
Ia menjelaskan, dalam konteks keamanan, setiap indikasi ancaman akan memicu pengawasan terhadap pihak-pihak yang dianggap terkait. Intensitas pengawasan tersebut, kata dia, bergantung pada perkembangan situasi, apakah mereda atau justru membesar.
Lebih lanjut, Soleman menuturkan bahwa aparat keamanan memiliki mekanisme deteksi dan pencegahan dini yang bekerja secara berlapis. Meski memiliki sensitivitas berbeda di tiap jenjang kepangkatan, seluruh unsur tetap memiliki kemampuan membaca potensi ancaman.
“Deteksi dini itu pasti diikuti dengan langkah pencegahan. Semua perwira, dari pertama hingga tinggi, punya kemampuan deteksi yang sama, meski responsnya bisa berbeda,” jelasnya.
Ia menegaskan, tugas utama aparat keamanan adalah menjaga kedaulatan negara, keutuhan wilayah, serta melindungi bangsa dan pemerintahan yang sah. Karena itu, setiap indikasi upaya menjatuhkan pemerintahan di luar mekanisme konstitusional akan menjadi perhatian serius.
Soleman juga menilai, laporan terhadap Saiful Mujani dan Islah Bahrawi ke pihak kepolisian merupakan langkah tepat. Menurutnya, pelaporan resmi dapat mencegah potensi tindakan sepihak dari aparat di lapangan.
“Kalau sudah dilaporkan, itu bagus. Jadi penanganannya jelas. Kalau tidak, bisa saja ada pihak yang bergerak sendiri,” tandasnya. (Red)









