Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat wilayah sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang semakin responsif, cepat, transparan, dan akuntabel. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan visi dan misi pembangunan Kota Bekasi yang berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Komitmen itu ditegaskan dalam diskusi pagi yang dipimpin langsung oleh Pelaksana Harian (Plh) Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, bersama seluruh camat se-Kota Bekasi di Ruang Rapat Wakil Wali Kota Bekasi, Kompleks Pemerintah Kota Bekasi.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana dialogis tersebut tidak hanya menjadi forum koordinasi, tetapi juga sarana evaluasi terhadap berbagai persoalan kewilayahan yang dihadapi para camat dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam arahannya, Harris Bobihoe menegaskan bahwa camat beserta seluruh perangkat wilayah harus mampu melakukan transformasi pelayanan publik yang lebih adaptif terhadap kebutuhan masyarakat yang terus berkembang. Menurutnya, ekspektasi masyarakat terhadap kinerja pemerintah saat ini semakin tinggi, sehingga setiap persoalan yang muncul di wilayah harus dapat ditangani secara cepat, tepat, dan terukur.
“Momentum diskusi ini sangat penting untuk memperkuat peran aparatur wilayah. Saat ini masyarakat menginginkan pelayanan yang cepat, responsif, dan solutif. Oleh karena itu, setiap persoalan yang muncul di wilayah harus segera direspons dan ditindaklanjuti dengan baik,” ujar Harris Bobihoe.
Ia mengakui bahwa selama ini para camat telah menunjukkan kinerja yang cukup baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat. Namun demikian, dirinya mengingatkan bahwa keberhasilan pelaksanaan program tidak hanya diukur dari hasil pekerjaan di lapangan, tetapi juga dari kelengkapan administrasi yang menjadi bagian penting dalam tata kelola pemerintahan yang profesional.
Menurut Harris, tertib administrasi merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pemerintahan yang akuntabel dan bebas dari berbagai potensi permasalahan hukum maupun administratif di kemudian hari.
“Saat ini setiap persoalan yang ada sudah sangat baik diselesaikan oleh Bapak Camat dan Ibu Camat. Tetapi saya juga mengingatkan agar tertib administrasi tetap menjadi perhatian utama. Setiap kegiatan yang akan dilaksanakan maupun yang telah selesai harus terdokumentasi dan tercatat dengan baik dalam administrasi pemerintahan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Harris Bobihoe menjelaskan bahwa keberhasilan berbagai program strategis Pemerintah Kota Bekasi sangat bergantung pada peran para pemimpin wilayah. Sebab, kecamatan merupakan ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat setiap hari.
Karena itu, ia meminta para camat tidak hanya berfungsi sebagai administrator pemerintahan, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan, fasilitator penyelesaian persoalan masyarakat, sekaligus representasi pemerintah daerah di tengah warga.
“Semua program, kebijakan, serta visi dan misi Pemerintah Kota Bekasi pada akhirnya bermuara di wilayah. Para camat adalah garda terdepan yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Keberhasilan pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas pelayanan dan kepemimpinan di tingkat wilayah,” katanya.
Harris juga menekankan pentingnya membangun pola kerja yang kolaboratif antara kecamatan, kelurahan, perangkat daerah, serta unsur masyarakat. Menurutnya, tantangan perkotaan yang semakin kompleks tidak dapat diselesaikan secara sektoral, melainkan membutuhkan sinergi dan koordinasi yang kuat antar seluruh elemen pemerintahan.
Berbagai isu strategis seperti pelayanan administrasi kependudukan, penanganan infrastruktur lingkungan, pengelolaan sampah, pengendalian banjir, ketertiban umum, hingga pelayanan sosial harus menjadi perhatian bersama agar dapat ditangani secara efektif dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Harris Bobihoe juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh camat yang selama ini telah menunjukkan dedikasi dan komitmen tinggi dalam mendukung program-program Pemerintah Kota Bekasi. Ia menilai para camat telah bekerja keras menjaga stabilitas wilayah sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan dengan baik di tengah berbagai dinamika yang terjadi.
Apresiasi tersebut, lanjutnya, harus menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat serta memperkuat budaya kerja yang profesional, inovatif, dan berintegritas.
“Terima kasih atas kerja keras dan dedikasi seluruh camat yang selama ini telah memberikan kontribusi terbaik bagi Kota Bekasi. Saya berharap semangat pelayanan kepada masyarakat terus ditingkatkan sehingga kehadiran pemerintah benar-benar dapat dirasakan manfaatnya oleh warga,” ungkap Harris.
Pertemuan tersebut menjadi salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat koordinasi lintas wilayah sekaligus memastikan seluruh program pembangunan daerah berjalan selaras hingga ke tingkat kecamatan dan kelurahan.
Dengan penguatan peran camat sebagai ujung tombak pelayanan publik, Pemerintah Kota Bekasi optimistis dapat menghadirkan pemerintahan yang semakin responsif, profesional, dan mampu menjawab berbagai kebutuhan masyarakat secara cepat serta berkelanjutan. (Sof/Pas)









