Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Kunjungan kerja Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, ke China menuai sorotan dari kalangan mahasiswa. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Daerah Bekasi meminta Pemerintah Kota Bekasi membuka secara transparan tujuan perjalanan tersebut, agenda yang dijalankan, hingga sumber pembiayaan yang digunakan.
KAMMI menilai keterbukaan informasi menjadi hal penting mengingat kunjungan luar negeri yang dilakukan kepala daerah berkaitan langsung dengan kepentingan publik. Oleh karena itu, masyarakat berhak mengetahui manfaat konkret yang akan diperoleh Kota Bekasi dari lawatan tersebut.
Ketua KAMMI Bekasi menegaskan, pihaknya tidak mempersoalkan upaya pemerintah daerah menjalin kerja sama internasional. Namun, setiap agenda yang melibatkan pejabat publik harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami meminta Pemerintah Kota Bekasi menjelaskan secara rinci apa tujuan utama kunjungan tersebut, pihak-pihak yang ditemui, target kerja sama yang ingin dicapai, serta bagaimana mekanisme pembiayaannya,” ujarnya.
Menurut KAMMI, transparansi menjadi semakin penting karena kunjungan ke luar negeri kerap menimbulkan pertanyaan publik terkait efektivitas, urgensi, dan penggunaan anggaran. Keterbukaan informasi dinilai dapat menghindari munculnya asumsi negatif maupun polemik yang berpotensi mengganggu kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.
Selain itu, organisasi mahasiswa tersebut juga meminta Pemkot Bekasi menyampaikan hasil dan capaian yang diperoleh setelah kunjungan berakhir. Dengan demikian, masyarakat dapat menilai sejauh mana perjalanan dinas tersebut memberikan dampak nyata bagi pembangunan Kota Bekasi.
Sorotan terhadap kunjungan tersebut muncul di tengah meningkatnya perhatian publik terhadap tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan. KAMMI menilai setiap kebijakan maupun kegiatan pejabat daerah harus mengedepankan prinsip keterbukaan sebagai bagian dari upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Di sisi lain, sejumlah informasi menyebut kunjungan Wali Kota Bekasi ke China dilakukan dalam rangka penjajakan kerja sama investasi, pengembangan infrastruktur, serta peluang kolaborasi dengan sejumlah mitra strategis. Namun hingga kini, berbagai pihak masih menunggu penjelasan resmi dan komprehensif dari Pemerintah Kota Bekasi terkait detail agenda serta sumber pendanaan perjalanan tersebut.
KAMMI berharap Pemkot Bekasi segera memberikan klarifikasi kepada publik agar tidak berkembang berbagai spekulasi yang dapat menimbulkan kegaduhan di ruang publik. Menurut mereka, transparansi bukan hanya kewajiban administratif, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap hak masyarakat untuk mengetahui setiap aktivitas yang dilakukan oleh pejabat yang dipilih dan dibiayai melalui sistem pemerintahan daerah. (Red)








