Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Menjelang waktu magrib, suasana di lingkungan Kantor Dinas Pendidikan Kota Bekasi mendadak menjadi perbincangan hangat. Seorang kontraktor besar berinisial AG disebut-sebut mendatangi kantor tersebut untuk menemui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Wibowo.
Kedatangan kontraktor itu diduga bukan sekadar silaturahmi biasa. Informasi yang beredar menyebutkan, AG membawa “kue bolu” beserta “lampiran lainnya” yang diduga sebagai bentuk perhatian khusus kepada pucuk pimpinan sementara di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi tersebut.
Namun, dugaan upaya mengambil hati itu disebut tidak membuahkan hasil. Plt Kadisdik Kota Bekasi justru menolak pemberian tersebut secara tegas. Sikap penolakan itu sontak menuai perhatian publik dan menjadi buah bibir di kalangan internal maupun eksternal pemerintahan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kontraktor tersebut diduga ingin membangun kedekatan dengan Plt Kadisdik agar dapat memperoleh pengaruh dalam pengelolaan paket-paket proyek di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi. Dugaan itu pun memunculkan berbagai spekulasi terkait potensi kepentingan dalam proyek pemeliharaan maupun kegiatan fisik lainnya di sektor pendidikan.
Namun langkah yang diambil Plt Kadisdik dinilai berbeda. Sikap tegas menolak pemberian tersebut dianggap sebagai sinyal bahwa dirinya tidak ingin terseret dalam pola-pola lama yang berpotensi mencederai integritas birokrasi.
“Kalau informasi itu benar, tentu patut diapresiasi. Pejabat publik memang harus menjaga independensi dan tidak membuka ruang bagi praktik-praktik yang dapat menimbulkan konflik kepentingan,” ujar salah satu pemerhati kebijakan publik di Kota Bekasi saat dimintai tanggapan.
Respons positif juga bermunculan dari masyarakat. Banyak pihak memberikan “jempol” kepada Wibowo karena dianggap berani menjaga marwah institusi pendidikan dari dugaan intervensi pihak-pihak tertentu yang ingin menguasai proyek di lingkup Dinas Pendidikan.
Di tengah sorotan publik terhadap tata kelola proyek pemerintah, tindakan penolakan tersebut dinilai menjadi pesan moral bahwa jabatan bukanlah ruang untuk membangun transaksi kepentingan antara pejabat dan rekanan.
Apalagi, sektor pendidikan selama ini kerap menjadi perhatian masyarakat karena berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran daerah yang nilainya cukup besar. Karena itu, publik berharap seluruh proses pengadaan dan pelaksanaan proyek dilakukan secara transparan serta bebas dari praktik lobi-lobi tertutup.
Sementara itu, ketika informasi tersebut dikonfirmasi oleh awak media, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi hanya memberikan senyum singkat. Ia tampak terkejut ketika mengetahui kabar tersebut telah beredar luas di kalangan media dan masyarakat.
Meski tidak memberikan komentar panjang, sikap yang ditunjukkan Plt Kadisdik itu dinilai cukup menggambarkan bahwa dirinya memilih berhati-hati dalam menjaga profesionalitas jabatan yang saat ini diembannya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kontraktor berinisial AG terkait kabar tersebut. Namun isu mengenai dugaan upaya pendekatan terhadap pejabat di lingkungan Dinas Pendidikan Kota Bekasi kini terus menjadi perhatian publik. (Pas/Red)









