Home / Daerah / Lebaran Membumi di Kalibaru: Ketua DPRD Bekasi Sardi Efendi Pilih Duduk Bersama Warga

Lebaran Membumi di Kalibaru: Ketua DPRD Bekasi Sardi Efendi Pilih Duduk Bersama Warga

Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Hangatnya Hari Raya Idulfitri terasa begitu nyata di lingkungan sederhana Kelurahan Kalibaru, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi. Usai menunaikan salat Idulfitri, Ketua DPRD Kota Bekasi, Dr. Sardi Efendi, memilih meninggalkan nuansa protokoler dan kemewahan. Ia justru duduk bersila di gang sempit, menyatu bersama warga dalam tradisi makan bersama yang penuh keakraban.

Di tengah suasana Lebaran yang kental dengan nuansa kekeluargaan, gang kecil tempat tinggalnya menjelma menjadi ruang silaturahmi yang hidup. Tawa warga pecah, jabat tangan penuh maaf saling terulur, sementara hidangan sederhana tersaji sebagai simbol kebersamaan yang tulus tanpa sekat.

Bagi Sardi, makna open house tidak terletak pada kemewahan atau kemegahan acara, melainkan pada nilai silaturahmi yang membumi dan inklusif.

“Menurut saya, open house yang dilarang adalah yang bermewah-mewahan. Sementara open house untuk bertemu warga dan saling bermaaf-maafan di hari Lebaran adalah tradisi yang mengakar di Indonesia. Tujuannya mempererat silaturahmi, baik sesama agama maupun yang berbeda keyakinan,” ujarnya, Senin (23/3/2026).

Ia menegaskan, Idulfitri seharusnya menjadi momentum untuk kembali pada nilai-nilai dasar kemanusiaan saling memaafkan, menguatkan, dan menjaga hubungan sosial yang kerap tergerus kesibukan sehari-hari.

Tradisi makan bersama warga pun bukan hal baru bagi Sardi. Kegiatan tersebut telah menjadi rutinitas tahunan yang ia pertahankan sebagai wujud kedekatan dengan masyarakat.

“Ini sudah jadi kebiasaan setiap tahun setelah salat Id. Kita makan bersama warga, ngobrol, dan saling mendoakan,” katanya.

Kesederhanaan itulah yang justru menghadirkan kekuatan tersendiri. Di tengah citra pejabat yang sering diasosiasikan dengan jarak dan formalitas, kehadiran Sardi di tengah warga memperlihatkan wajah kepemimpinan yang lebih humanis hadir, mendengar, dan menyatu.

Di sela suasana Lebaran, ia juga menyampaikan pesan kepada masyarakat yang akan kembali ke Kota Bekasi usai mudik. Ia berharap arus balik berlangsung lancar, sekaligus mengingatkan pentingnya kesiapan bagi para pendatang yang ingin mencari peluang kerja.

“Untuk warga yang kembali ke Bekasi, saya doakan selamat sampai tujuan. Dan bagi yang datang untuk mencari kerja, harus dibekali dengan skill dan kemampuan. Jangan sampai datang ke Bekasi justru menjadi pengangguran,” tegasnya.

Lebaran di Kalibaru hari itu bukan sekadar perayaan tahunan. Ia menjadi cermin bahwa di tengah hiruk pikuk kota, masih ada ruang-ruang sederhana yang menjaga nilai kebersamaan tetap hidup.

Di gang kecil itu, di antara hidangan seadanya dan senyum warga, tersirat pesan kuat: kepemimpinan tak selalu harus tampil megah cukup hadir, menyapa, dan membersamai masyarakat. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *