Home / Nasional / Luhut Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Memusuhi Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Luhut Ingatkan Indonesia Jangan Ikut Memusuhi Iran di Tengah Konflik Timur Tengah

Jakarta, sidikbangsa.com – Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengingatkan pemerintah Indonesia agar tidak terseret dalam permusuhan terhadap Iran di tengah memanasnya konflik di kawasan Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut Luhut, Indonesia harus tetap berhati-hati dalam merumuskan kebijakan luar negeri agar tidak terjebak dalam konflik geopolitik yang melibatkan kekuatan besar dunia.

“Dalam menyusun foreign policy (kebijakan luar negeri) kita, memang kita harus melihat faktor ini, faktor kekuatan mereka (Iran). Kita jangan jadi ikut musuhan sama dia. Enggak ada gunanya,” ujar Luhut dalam unggahan di akun Instagram resminya, Jumat (6/3).

Ia menegaskan bahwa posisi Indonesia sebagai negara dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif membuat pemerintah tidak seharusnya berpihak ataupun bermusuhan dengan negara mana pun.

“Di tengah tarik-menarik kepentingan kekuatan besar, prinsip politik luar negeri Bebas Aktif harus terus menjadi pedoman yang paling relevan bagi bangsa ini,” katanya.

Luhut juga menekankan bahwa Indonesia tidak berada dalam posisi untuk memusuhi negara lain, termasuk Amerika Serikat maupun kekuatan besar lain seperti Rusia dan China, yang turut terdampak dinamika konflik global.

Menurutnya, Indonesia harus tetap menjaga hubungan yang seimbang dengan berbagai negara, baik negara maju maupun negara berkembang, termasuk negara-negara muslim seperti Iran.

“Indonesia tidak dalam posisi untuk memihak negara manapun. Bermitra dan membangun hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara maju ataupun menghormati hubungan persahabatan dengan negara-negara berkembang, dan juga negara muslim seperti Iran, adalah prinsip yang diamanatkan oleh para founding fathers untuk kami jaga dan laksanakan,” ujarnya.

Selain itu, Luhut mengingatkan bahwa menjaga kedaulatan serta kepentingan nasional bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, melainkan seluruh elemen bangsa.

Ia menilai diplomasi Indonesia harus dijalankan secara luwes dan proaktif, dengan tetap berorientasi pada penguatan ketahanan domestik di tengah potensi dampak konflik global.

Luhut juga mengajak masyarakat untuk tetap bersatu serta tidak terjebak pada pandangan ekstrem yang dapat memperkeruh situasi dalam negeri.

“Jangan ada yang berpikiran ekstrem ke sana ke sini. Kita harus mendukung pemerintah supaya pemerintah bisa mengambil kebijakan-kebijakan yang proaktif untuk menjaga ketahanan energi kita maupun pangan dan keamanan dalam negeri kita juga,” pungkasnya. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *