Home / Nasional / Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia di RSPAD, Mensesneg Pastikan Negara Beri Penghormatan Terbaik

Wapres ke-6 RI Try Sutrisno Tutup Usia di RSPAD, Mensesneg Pastikan Negara Beri Penghormatan Terbaik

Jakarta, sidikbangsa.com – Kabar duka datang dari Tanah Air. Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Try Sutrisno, meninggal dunia pada usia 90 tahun.

Mantan Panglima ABRI tersebut mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD), Jakarta Pusat, pada Senin (2/3/2026) pukul 06.58 WIB.

Kabar wafatnya Try Sutrisno dibenarkan oleh Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi. Pemerintah, kata dia, langsung mengambil langkah untuk memastikan penghormatan terbaik diberikan kepada almarhum.

“Kita berdukacita sangat mendalam. Saya sudah minta RSPAD, Garnisun dan Setneg untuk memberikan atensi terbaik,” ujar Prasetyo.

Jenazah almarhum rencananya akan disemayamkan di kediamannya di Jalan Purwakarta, Menteng, Jakarta Pusat.

Riwayat Kesehatan: Pernah Alami TIA

Dalam catatan kesehatan sebelumnya, Try Sutrisno sempat mengalami gangguan penyempitan pembuluh darah di otak atau Transient Ischemic Attack (TIA) pada tahun 2008. Kondisi tersebut membuatnya harus menjalani perawatan intensif di ICU.

Saat itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat menjenguk dan menyebut kondisi Try sudah membaik berkat penanganan cepat tim medis.

“Dokter kita luar biasa sigap, karena soal nyawa itu ada yang dinamakan golden period, itu bisa fatal kalau terlambat,” ujar Jusuf Kalla kala itu.

Pada 2022, Try Sutrisno juga kembali menjalani perawatan di RSPAD Gatot Soebroto. Kepala RSPAD saat itu, Letjen TNI Albertus Budi Sulistya, menyampaikan kondisi kesehatannya sempat membaik meski diagnosis detail tidak dipublikasikan.

Apa Itu Transient Ischemic Attack (TIA)?

Mengutip Mayo Clinic, Transient Ischemic Attack (TIA) sering disebut sebagai “stroke ringan” karena gejalanya mirip stroke, namun biasanya berlangsung singkat dan tidak menimbulkan kerusakan permanen.

Meski demikian, TIA bukan kondisi yang bisa dianggap sepele. Sekitar 1 dari 3 orang yang mengalami TIA berisiko mengalami stroke di kemudian hari, dan hampir setengahnya terjadi dalam satu tahun setelah serangan pertama.

Gejala umum TIA antara lain:

Kelemahan atau kelumpuhan pada satu sisi tubuh

Wajah terasa mati rasa

Bicara pelo atau sulit memahami pembicaraan

Gangguan penglihatan, termasuk kebutaan sementara atau penglihatan ganda

Pusing serta kehilangan keseimbangan

TIA kerap menjadi sinyal peringatan dini akan risiko stroke yang lebih besar. Karena itu, penanganan cepat dalam “golden period” menjadi kunci penyelamatan.

Kepergian Try Sutrisno menandai berakhirnya satu bab penting dalam sejarah kepemimpinan nasional. Sosoknya dikenal sebagai figur militer senior yang pernah mengemban amanah sebagai Wakil Presiden RI periode 1993–1998, mendampingi Presiden Soeharto.

Bangsa Indonesia kini berduka, mengenang jasa dan pengabdiannya selama puluhan tahun bagi negara. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *