Home / Nasional / Orang Tua Protes Kualitas MBG, SDN Margahayu VII Buka Suara: Bukan Menolak, Minta Menu Lebih Layak

Orang Tua Protes Kualitas MBG, SDN Margahayu VII Buka Suara: Bukan Menolak, Minta Menu Lebih Layak

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pihak SDN Margahayu VII akhirnya angkat bicara menyusul ramainya pemberitaan terkait sikap sejumlah orang tua siswa yang sempat disebut menolak program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (26/2/2026).

Salah satu guru yang enggan disebutkan namanya mengaku terkejut ketika mengetahui persoalan tersebut telah mencuat ke media.

“Oh, sudah sampai media ya,” ucapnya singkat.

Ia menegaskan, persoalan yang terjadi bukanlah bentuk penolakan terhadap program MBG. Menurutnya, para orang tua hanya meminta agar paket MBG yang dibagikan pada hari Senin diganti dengan menu yang dinilai lebih layak dan sesuai standar gizi anak.

“Jadi sebetulnya bukan menolak. Orang tua hanya meminta paket hari Senin diganti. Tapi keluhan dan permintaan itu tidak digubris. Bahkan sempat ada pernyataan, kalau tidak mau ya akan disalurkan ke tempat lain,” ungkapnya.

Program MBG di sekolah tersebut disalurkan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Margahayu I. Namun, menurut guru tersebut, keluhan soal kualitas menu bukan kali pertama terjadi.

Beberapa orang tua mengeluhkan ukuran buah yang dianggap terlalu kecil, tampilan makanan yang kurang menarik, hingga dugaan produk yang disalurkan merupakan produk rekondisi. Selain itu, ada pula perbandingan dengan sekolah lain yang dinilai menerima paket lebih baik.

“Orang tua membandingkan dengan sekolah lain. Katanya roti di sana bermerek, bahkan ada susu. Sementara di sini tidak ada,” tuturnya.

Meski demikian, pihak sekolah menegaskan tetap mendukung penuh program MBG yang menjadi salah satu program unggulan pemerintah. Sekolah hanya berharap adanya evaluasi dan perbaikan dalam pendistribusian menu agar sesuai dengan harapan penerima manfaat.

“Orang tua hanya ingin ada bahan evaluasi. Kalau memang ada yang kurang, sebaiknya pihak SPPG merespons dan memperbaiki,” jelasnya.

Untuk mengonfirmasi hal tersebut, tim media mendatangi kantor SPPG yang berlokasi di Jalan M. Hasibuan. Namun, saat itu hanya terdapat dua staf perempuan di lokasi. Mereka menyampaikan bahwa kepala dapur SPPG tidak berada di tempat.

“Bu Sarah baru saja pergi dan tidak ada di kantor,” ujar salah satu staf.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG terkait keluhan orang tua siswa tersebut. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *