Home / Nasional / KRL Tembus Cikampek dan Sukabumi pada 2026, Danantara Gelontorkan Rp50 Triliun untuk Pangkas Macet Jabodetabek

KRL Tembus Cikampek dan Sukabumi pada 2026, Danantara Gelontorkan Rp50 Triliun untuk Pangkas Macet Jabodetabek

Jakarta, sidilbangsa.com – Kabar segar bagi warga penyangga ibu kota. Jaringan KRL Commuter Line dipastikan akan diperluas hingga Cikampek, Sukabumi, dan Rangkasbitung pada 2026. Langkah ini digadang-gadang mampu memangkas waktu tempuh perjalanan sekaligus menekan kepadatan lalu lintas di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia), Dony Oskaria, menegaskan pengembangan tersebut merupakan bagian dari strategi besar pembenahan sektor perkeretaapian nasional.

“Tahun ini kita akan mengembangkan KRL Jakarta sampai Cikampek, Jakarta sampai Sukabumi, Jakarta sampai Rangkas,” ujar Dony, Selasa (24/2).

Untuk merealisasikan ambisi itu, Danantara menyiapkan investasi jumbo hingga Rp50 triliun guna memperkuat infrastruktur perkeretaapian nasional, termasuk pengadaan sarana dan peningkatan kapasitas lintasan.

Bukan Sekadar Transportasi, Tapi Mesin Ekonomi Baru

Menurut Dony, pengembangan jalur KRL tak hanya bicara soal mobilitas warga. Proyek ini dirancang sebagai katalis pertumbuhan ekonomi dengan menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang lintasan kereta.

Ekspansi ini dinilai menjawab kebutuhan transportasi massal berbasis listrik yang selama ini masih terbatas bagi warga di wilayah penyangga Jakarta. Dengan konektivitas yang lebih luas, kawasan seperti Cikampek dan Sukabumi diproyeksikan menjadi simpul pertumbuhan baru.

Elektrifikasi Jadi Kunci Utama

Namun, perluasan jaringan tidak bisa berjalan tanpa elektrifikasi jalur. Danantara mewajibkan PT Kereta Api Indonesia (KAI) menuntaskan elektrifikasi di lima kota besar, termasuk rute menuju Cikampek dan Sukabumi.

Elektrifikasi menjadi syarat mutlak agar layanan KRL dapat beroperasi optimal. Tanpa jaringan listrik yang memadai, rangkaian kereta listrik tidak dapat berjalan maksimal.

Dony menyebut, nilai investasi elektrifikasi relatif kecil dibandingkan dampak ekonomi yang akan dihasilkan. Bahkan, proyek ini masuk dalam strategi jangka panjang untuk menghidupkan sedikitnya empat kota baru dalam waktu dekat.

Selain rute Jakarta–Cikampek dan Jakarta–Sukabumi, pengembangan jalur Jakarta–Rangkasbitung juga menjadi prioritas tahun ini.

Sejalan Arahan Presiden

Program ini juga selaras dengan arahan Prabowo Subianto saat meresmikan Stasiun Tanah Abang pada 4 November 2025. Dalam kesempatan itu, Presiden meminta KAI menuntaskan penambahan 30 titik perpanjangan rel serta pengadaan rangkaian kereta baru dalam waktu maksimal satu tahun.

Dengan ekspansi besar ini, wajah transportasi massal berbasis rel di kawasan penyangga Jakarta diproyeksikan berubah signifikan mulai 2026 lebih cepat, lebih ramah lingkungan, dan lebih terintegrasi. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *