Kabupaten Bekasi, sidikbangsa.com — Bencana banjir kembali menghantam wilayah pesisir Kabupaten Bekasi. Tanggul Sungai Citarum di Kecamatan Muara Gembong dilaporkan kembali jebol pada Sabtu pagi, 31 Januari 2026, menandai kejadian ketiga dalam dua pekan terakhir akibat tingginya curah hujan dan meluapnya debit air sungai.
Peristiwa ini terjadi di dua titik krusial, yakni Kampung Blukbuk, Desa Pantai Bahagia, serta Kampung Bendungan, Desa Pantai Bakti. Jebolnya tanggul membuat air Sungai Citarum langsung melimpas ke permukiman warga dan merendam ratusan rumah.
Berdasarkan data sementara, ketinggian air mencapai 50 hingga 60 sentimeter, memaksa warga bertahan di rumah dengan kondisi terbatas. Di Desa Pantai Bakti, tercatat sedikitnya 156 Kepala Keluarga (KK) terdampak secara langsung. Sementara itu, data akumulatif dari rangkaian kejadian banjir sebelumnya menunjukkan hingga 553 KK terdampak di seluruh wilayah Muara Gembong.
Hingga Sabtu malam, kondisi di Kampung Blukbuk dilaporkan belum tertangani sepenuhnya. Aliran air masih terus masuk melalui titik tanggul yang jebol, memperparah genangan di kawasan padat penduduk tersebut.
Di tengah keterbatasan, personel Brimob Polda Metro Jaya bersama TNI dan warga setempat bergerak cepat melakukan penanganan darurat. Mereka bahu-membahu membangun tanggul sementara menggunakan bambu dan karung pasir guna menahan laju air Sungai Citarum agar tidak semakin meluas ke permukiman.
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyadari bahwa penanganan darurat bukan solusi jangka panjang. Untuk itu, Pemkab Bekasi telah mengajukan pembangunan turap baja (sheet pile) di bantaran Sungai Citarum sebagai langkah permanen guna mencegah tanggul kembali jebol, khususnya di wilayah Muara Gembong yang selama ini dikenal rawan banjir.
Warga berharap rencana tersebut dapat segera direalisasikan. Pasalnya, banjir berulang dalam waktu singkat tidak hanya merusak rumah dan harta benda, tetapi juga mengancam keselamatan se
rta mata pencaharian masyarakat pesisir yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan yang stabil. (Redaksi)









