Kota Bekasi, sidikbangsa.com — Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Jabodetabek dalam beberapa hari terakhir memicu meluapnya sejumlah sungai di Kota Bekasi. Akibatnya, permukiman warga hingga kawasan perumahan di berbagai titik hampir seluruhnya tergenang air.
Pantauan di lapangan, salah satu titik yang menjadi sorotan warga adalah pintu air di samping Islamic Center Bekasi, tepatnya di kawasan kuliner dekat Kantor Pemerintah Kota Bekasi. Air tampak meluap ke permukaan, bahkan menarik perhatian warga yang silih berganti datang untuk menyaksikan kondisi debit air yang terus meningkat.
Berdasarkan keterangan warga setempat, luapan air di pintu air tersebut diduga merupakan aliran yang dialihkan dari Kali Malang. Kondisi ini diperparah oleh intensitas hujan yang masih tinggi dan berlangsung lama.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat Jabodetabek untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat disertai angin kencang. BMKG mencatat, periode 27–29 Januari 2026 merupakan puncak hujan deras, namun hingga 29 Januari 2026 curah hujan diperkirakan masih akan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Menyikapi kondisi tersebut, warga meminta Pemerintah Kota Bekasi, khususnya Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, untuk meningkatkan status kesiapsiagaan menghadapi potensi banjir. Masyarakat juga mendesak agar peralatan evakuasi seperti perahu karet dan perlengkapan darurat lainnya segera disiagakan, terutama untuk penanganan pascabanjir.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menyatakan, Pemkot Bekasi telah mengambil sejumlah langkah antisipatif untuk mengurangi dampak banjir dan mempercepat pemulihan. Pemerintah daerah bekerja sama dengan berbagai instansi, termasuk pemerintah pusat, dalam penanganan bencana tersebut.
Beberapa langkah yang telah dan sedang dilakukan antara lain rehabilitasi infrastruktur dengan memperbaiki jalan yang rusak serta sekolah yang terdampak banjir, dengan dukungan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan pemerintah pusat. Selain itu, Pemkot juga melakukan penguatan tanggul sungai serta penataan ruang wilayah guna meminimalisasi risiko banjir ke depan.
Pemkot Bekasi juga menekankan pentingnya upaya pencegahan banjir rob sebagai bagian dari adaptasi terhadap krisis iklim, serta penguatan infrastruktur penunjang. Di sisi lain, bantuan logistik terus disalurkan kepada warga terdampak, disertai pendampingan agar masyarakat dapat kembali ke rumah dengan aman.T
ak hanya itu, Pemkot Bekasi turut memberikan bantuan pendidikan berupa paket keluarga dan perlengkapan sekolah bagi para siswa yang terdampak banjir, guna memastikan aktivitas belajar mengajar tetap berjalan.
Pemerintah Kota Bekasi menegaskan akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah sekitar untuk mempercepat pemulihan serta memperkuat mitigasi bencana, agar kejadian serupa dapat diminimalisasi di masa mendatang. (Sof/Pas)









