Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Pemerintah Kota Bekasi terus menunjukkan komitmennya dalam membangun ekosistem pembelajaran sepanjang hayat. Salah satu langkah konkret tersebut diwujudkan melalui peluncuran Sekolah Lansia KUN, sebuah program edukatif yang dirancang khusus untuk memberdayakan kelompok lanjut usia agar tetap aktif, percaya diri, dan mampu beradaptasi dengan dinamika sosial di lingkungannya.
Sekolah Lansia KUN tidak hanya menjadi ruang belajar, tetapi juga wadah partisipatif bagi para lansia untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, serta memperkuat peran sosial mereka. Program ini diharapkan mampu mendorong lansia agar tetap produktif dan tidak terpinggirkan di tengah perubahan zaman.
Selain fokus pada peningkatan kapasitas individu, Sekolah Lansia KUN juga berperan sebagai media penguatan jejaring sosial antarlansia. Dengan adanya interaksi dan kegiatan bersama, program ini diharapkan dapat mencegah rasa kesepian, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan kesehatan mental para peserta.
Pendekatan yang diusung bersifat holistik, selaras dengan visi Kota Bekasi dalam menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok usia lanjut. Lansia tidak lagi diposisikan sebagai beban sosial, melainkan sebagai bagian penting dari pembangunan manusia.
Wali Kota Bekasi menegaskan bahwa keberhasilan Sekolah Lansia KUN tidak semata-mata diukur dari jumlah peserta yang terdaftar, tetapi dari dampak nyata terhadap peningkatan kualitas hidup lansia. Oleh karena itu, ia mendorong keterlibatan lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, tenaga kesehatan, akademisi, hingga komunitas sosial, agar program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan tepat sasaran.
“Lansia harus tetap diberi ruang untuk belajar, berkarya, dan berkontribusi. Mereka memiliki pengalaman dan nilai kehidupan yang dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda,” tegasnya.
Melalui Sekolah Lansia KUN, Pemerintah Kota Bekasi ingin memastikan bahwa para lansia tidak hanya menjadi objek pembangunan, melainkan subjek aktif yang memiliki peran strategis dalam kehidupan sosial. Program ini diharapkan mampu melahirkan lansia yang tangguh, berdaya, dan tetap menjadi sumber teladan di tengah masyarakat. (Red)









