Home / Nasional / Pemerintah Minta Alfamart dan Indomaret Hentikan Pembukaan Gerai Baru di Pedesaan

Pemerintah Minta Alfamart dan Indomaret Hentikan Pembukaan Gerai Baru di Pedesaan

“Menkop Minta PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk dan PT Indoritel Makmur Internasional Tbk Stop Ekspansi ke Desa, Pemerintah Gaspol 80 Ribu Kopdes Merah Putih.”

Jakarta, sidikbangsa.com – Pemerintah mulai menata ulang peta ritel desa dengan meminta jaringan ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret menghentikan pembukaan gerai baru di wilayah pedesaan. Imbauan ini disampaikan Menteri Koperasi Ferry Juliantono untuk memperkuat peran Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok masyarakat desa.

Menurut Ferry, perbedaan utama ritel modern dan koperasi terletak pada aliran keuntungan. Jika gerai modern beroperasi di desa, laba dinilai mengalir ke pemegang saham di kota besar. Sebaliknya, koperasi memungkinkan perputaran uang tetap berada di desa dan dinikmati masyarakat setempat.

Meski demikian, pemerintah tidak menutup sepenuhnya akses bagi ritel besar. Produk yang belum mampu diproduksi koperasi tetap bisa dipasok peritel modern. Sementara itu, UMKM desa didorong memproduksi kebutuhan rumah tangga seperti sabun, sampo, deterjen, kecap, saus, dan sambal, dengan dukungan kurasi dan pembiayaan dari pemerintah.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, pemerintah mempercepat pembangunan 80 ribu Kopdes Merah Putih. Sebanyak 60 ribu unit akan menggunakan desain tunggal untuk mempercepat konstruksi, sedangkan 20 ribu unit disesuaikan kondisi geografis desa. Standar lahan minimal 1.000 meter persegi di lokasi strategis, dengan target pembangunan rampung dalam tiga bulan dan mulai beroperasi Maret–April 2026. Tahun ini, 25 ribu unit dibangun lebih dulu sebelum ditingkatkan menjadi 60 ribu unit pada tahap berikutnya.

Kebijakan ini turut memengaruhi pasar saham. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) ditutup turun 4,21% ke level 1.820 dan melemah 7,85% sejak awal tahun. Sementara saham PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) terkoreksi 1,66% ke 8.875, turun 2,20% secara year to date dan 4,6% dalam enam bulan terakhir.

Saat ini, Alfamart mengoperasikan lebih dari 21.120 gerai melalui 34 kantor cabang di Indonesia. Indomaret memiliki lebih dari 23.100 gerai per awal 2025. Pelaku pasar masih mencermati sejauh mana pembatasan ekspansi di desa akan memengaruhi kinerja kedua emiten tersebut. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *