Jakarta, sidikbangsa.com — Lapangan Silang Monas, Jakarta, semakin dipadati masyarakat hingga Senin (17/8/2026) siang. Warga dari berbagai penjuru Jakarta berbondong-bondong mendatangi kawasan Monas untuk menghadiri Pesta Rakyat sekaligus memeriahkan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Semangat kemerdekaan juga terlihat dari sosok Fahrudin (56), anak seorang veteran yang mengaku hampir setiap tahun hadir merayakan Hari Kemerdekaan di Lapangan Silang Monas.
Berbeda dari kebanyakan warga, Fahrudin datang dengan membawa sepeda kesayangannya. Ia bahkan mengayuh sepeda tersebut dari kediamannya di kawasan Palmerah menuju Monas.
Sepeda yang digunakannya pun tampak istimewa. Berbagai stiker dan pernak-pernik bernuansa merah putih menghiasi hampir seluruh bagian sepeda. Tak hanya ornamen kemerdekaan, sepeda itu juga dihiasi foto Fahrudin saat masih muda, foto Presiden pertama RI Soekarno, Presiden Soeharto, hingga Presiden Prabowo Subianto.
“Saya pasang pernak-pernik ini bukan satu tahun dua tahun. Dari zaman Bapak SBY,” kata Fahrudin saat ditemui di Lapangan Silang Monas, Senin (17/8/2026).
Ia sengaja mempertahankan berbagai hiasan tersebut sebagai bentuk kecintaan sekaligus kebanggaannya menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Bagi Fahrudin, membawa sepeda penuh ornamen merah putih ke Monas merupakan cara sederhana untuk ikut menyemarakkan suasana peringatan kemerdekaan.
Di balik semarak perayaan HUT ke-81 RI, Fahrudin juga menyampaikan harapan yang lebih luas. Ia berharap Indonesia, khususnya Jakarta, semakin aman dan terbebas dari berbagai bentuk kejahatan yang meresahkan masyarakat.
Menurutnya, persoalan seperti korupsi dan peredaran narkoba harus menjadi perhatian serius pemerintah. Ia juga mendoakan Presiden Prabowo Subianto agar selalu diberikan kesehatan dalam menjalankan tugas memimpin Indonesia.
“Sehat itu nomor satu, sehat-sehat. Dan masalah kriminal seperti korupsi, narkoba itu harus dihilangkan,” ujarnya.
Fahrudin kemudian membandingkan situasi keamanan yang dirasakannya selama tinggal di sejumlah wilayah di luar negeri. Ia mengaku pernah menetap selama tiga tahun di Singapura dan dua tahun di Malaysia, termasuk di Penang dan Kuching.
Menurut dia, selama berada di negara tersebut, rasa aman lebih mudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan, ia mengaku tidak pernah kehilangan sepeda meski ditaruh di lingkungan apartemen.
“Saya di Singapura tiga tahun, di Malaysia dua tahun, di Penang, Kuching. Taruh sepeda di apartemen enggak hilang. Di sini atau di Jakarta, waduh. Kemarin saja waktu minggu kemarin ada orang jambret,” tuturnya.
Pengalaman tersebut membuat Fahrudin berharap momentum peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang lebih aman.
Baginya, kemerdekaan bukan sekadar mengenang perjuangan para pahlawan, tetapi juga menghadirkan rasa aman, ketertiban, dan kehidupan yang lebih baik bagi seluruh masyarakat.
Dengan sepeda yang dihiasi simbol-simbol kebangsaan, Fahrudin pun menjadi salah satu dari sekian banyak warga yang membawa semangat kemerdekaan ke tengah keramaian Pesta Rakyat di Monas. Di tengah lautan masyarakat yang memadati kawasan tersebut, ia berharap Indonesia terus bergerak maju dan semakin aman bagi seluruh rakyatnya. (Red)










