Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Menjelang waktu berbuka puasa, suasana Ramadan di Jalan Komodo Raya, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, tampak berbeda dari biasanya. Di antara deretan penjual takjil, siswa-siswi SLB Kembar Karya Pembangunan III dengan penuh percaya diri melayani pembeli menggunakan bahasa isyarat dan senyum hangat.
Di tengah keramaian tersebut, Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menyempatkan diri singgah dan membeli takjil yang dijajakan para siswa tunarungu, Minggu (01/03). Kehadirannya bukan sekadar membeli gorengan, tetapi juga memberikan dukungan moral bagi para siswa yang tengah belajar mandiri melalui kegiatan kewirausahaan.
Salah satu siswa, Ilham, terlihat cekatan melayani pembeli. Dengan didampingi guru pendamping yang membantu menerjemahkan bahasa isyarat, Ilham menjelaskan bahwa ia turut terlibat sejak proses persiapan, mulai dari menyiapkan bahan hingga menggoreng makanan. Ia mengaku senang karena dagangannya hampir habis menjelang berbuka.
Tri Adhianto memberikan apresiasi atas keberanian dan semangat Ilham serta teman-temannya. Menurutnya, keterbatasan bukanlah penghalang untuk berkarya dan berprestasi.
“Semangat Ilham dan teman-temannya adalah bukti bahwa keterbatasan bukan hambatan untuk berkarya. Dengan kepercayaan diri dan kemauan belajar, mereka mampu menunjukkan potensi luar biasa,” ujarnya.
Kepala SLB Kembar Karya Pembangunan III, Vivi Sukmawati, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari pembelajaran kewirausahaan. Para siswa dilibatkan secara menyeluruh, mulai dari perencanaan, belanja bahan, proses memasak, hingga melayani pembeli.
Ia menambahkan, membangun rasa percaya diri siswa memang menjadi tantangan tersendiri. Namun melalui pendampingan bertahap dan pembiasaan, para siswa kini mampu tampil berani di ruang publik dan menunjukkan hasil karya yang tak kalah dengan pelaku usaha lainnya.
Kehadiran Wali Kota Bekasi di lapak takjil tersebut menjadi simbol dukungan nyata Pemerintah Kota Bekasi terhadap pendidikan dan pemberdayaan penyandang disabilitas, sekaligus menghadirkan pesan kuat bahwa Ramadan adalah momentum berbagi, menguatkan, dan merayakan keberagaman potensi. (Red)









