Home / Internasional / Dua ABK Indonesia Selamat dari Serangan Misil di Selat Hormuz, Tiba Kembali di Tanah Air

Dua ABK Indonesia Selamat dari Serangan Misil di Selat Hormuz, Tiba Kembali di Tanah Air

Jakarta – Sidikbangsa.com – Dua awak kapal (ABK) asal Indonesia yang bekerja di kapal tanker MT Belma berhasil kembali ke Tanah Air setelah selamat dari serangan misil di perairan Selat Hormuz, Timur Tengah. Keduanya tiba di Terminal 3 Kedatangan Internasional Bandara Soekarno-Hatta pada 22 Juli 2026 dan dipulangkan melalui koordinasi pemerintah bersama berbagai pihak terkait.

Direktur Perkapalan dan Kepelautan Kementerian Perhubungan, Samsuddin, menegaskan pemerintah berkomitmen memberikan perlindungan kepada pelaut Indonesia yang bekerja di luar negeri, termasuk dalam situasi darurat akibat konflik di jalur pelayaran internasional.

Proses pemulangan dilakukan melalui koordinasi Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, Direktorat Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri, perusahaan keagenan awak kapal, pemilik kapal, serta otoritas setempat. Setibanya di Indonesia, kedua ABK disambut oleh perwakilan Direktorat Perkapalan dan Kepelautan bersama perusahaan penyalur awak kapal.

Berdasarkan kronologi, MT Belma sedang berlayar menuju Kharg Island Anchorage melalui Selat Hormuz pada 15 Juli 2026 ketika kapal dua kali menjadi sasaran serangan misil. Serangan pertama menghantam bagian funnel sehingga menyebabkan kerusakan serius dan mesin kapal tidak dapat beroperasi.

Kondisi tersebut membuat kapal terombang-ambing di laut hingga nakhoda memutuskan berlabuh pada 16 Juli 2026 demi keselamatan seluruh awak. Namun sehari kemudian, saat kapal masih berlabuh, serangan misil kembali menghantam bagian yang sama.

Melihat situasi semakin membahayakan, nakhoda memerintahkan seluruh awak kapal berkumpul di haluan untuk proses evakuasi. Seluruh kru kemudian berhasil dievakuasi menggunakan kapal bantuan menuju Pulau Kharg, Iran, sebelum akhirnya mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Pemerintah menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelamatan dan pemulangan kedua ABK, serta menegaskan akan terus memperkuat perlindungan bagi pelaut Indonesia yang bertugas di wilayah pelayaran internasional yang berisiko tinggi.(Red)

Tagged:

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *