Beranda / Daerah / Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Warga RW 09 Kayuringin Jaya dan RS Primaya Bekasi Perkuat Komitmen Peduli Lingkungan

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Warga RW 09 Kayuringin Jaya dan RS Primaya Bekasi Perkuat Komitmen Peduli Lingkungan

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Semangat menjaga kelestarian lingkungan hidup menggema di kawasan RW 09 Perumnas 2, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, pada Sabtu pagi (6/6/2026). Sejak pukul 08.00 WIB, masyarakat bersama berbagai elemen lingkungan menggelar peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 yang berlangsung di Gedung BIMBA, kawasan Perumnas 2.

Kegiatan yang mengusung semangat kepedulian terhadap lingkungan tersebut dihadiri oleh warga RW 09, tokoh masyarakat, pengurus lingkungan, serta perwakilan dari RS Primaya Bekasi yang selama ini menjadi bagian dari lingkungan sekitar wilayah tersebut. Acara berlangsung dalam suasana penuh keakraban, semangat kebersamaan, dan komitmen untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat, hijau, dan berkelanjutan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus harapan agar masyarakat semakin sadar akan pentingnya menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup bagi generasi saat ini maupun masa depan.

Ketua RW 09 Ajak Warga Menjadi Pelopor Lingkungan

Setelah doa bersama, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua RW 09, Widi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta yang hadir serta mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Hari Lingkungan Hidup Sedunia sebagai pengingat akan pentingnya peran setiap individu dalam menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Dengan penuh semangat, Widi mengajak seluruh peserta meneriakkan yel-yel Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang disambut antusias oleh warga. Suasana pun menjadi semakin hidup dan penuh energi positif.

Menurutnya, lingkungan yang bersih dan sehat tidak dapat terwujud hanya melalui program pemerintah semata, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat.

“Kesadaran masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga lingkungan. Jika seluruh warga memiliki kepedulian yang sama, maka lingkungan yang sehat dan nyaman bukan hanya menjadi harapan, tetapi bisa menjadi kenyataan,” ujarnya.

RS Primaya Bekasi Tekankan Pentingnya Kepedulian Lingkungan

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Vera selaku Manager RS Primaya Bekasi. Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa isu lingkungan hidup saat ini telah menjadi perhatian global karena dampaknya yang semakin nyata dirasakan masyarakat.

Menurut Vera, perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini menjadi salah satu indikator bahwa kondisi lingkungan membutuhkan perhatian serius dari seluruh pihak.

“Kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga lingkungan hidup. Jika kita abai terhadap lingkungan, maka dampaknya akan kembali kepada manusia sendiri. Saat ini kita bisa melihat bagaimana kondisi cuaca semakin tidak menentu, suhu udara meningkat, serta berbagai bencana lingkungan yang terjadi di berbagai daerah,” ungkapnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk memulai langkah-langkah sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti membuang sampah pada tempatnya, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, menghemat penggunaan air, serta ikut serta dalam kegiatan penghijauan lingkungan.

Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya berdampak pada kelestarian alam, tetapi juga berpengaruh langsung terhadap kesehatan masyarakat.

Permasalahan Sampah Menjadi Tantangan Global

Materi berikutnya disampaikan oleh Friantho yang hadir sebagai pembicara ketiga. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa persoalan lingkungan hidup saat ini telah menjadi isu dunia yang membutuhkan perhatian bersama.

Salah satu persoalan paling serius yang dihadapi berbagai daerah, termasuk di Indonesia, adalah masalah sampah. Volume sampah yang terus meningkat dari tahun ke tahun menyebabkan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) semakin terbatas dan bahkan di beberapa wilayah sudah mendekati kondisi kritis.

Friantho dari RS Primaya menegaskan bahwa solusi utama bukan hanya menambah lokasi pembuangan sampah, melainkan mengurangi jumlah sampah sejak dari sumbernya.

“Pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu rumah tangga. Jika masyarakat mampu memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali sampah yang dihasilkan, maka beban tempat pembuangan akhir dapat berkurang secara signifikan,” jelasnya.

Ia juga mengajak masyarakat untuk menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang saat ini menjadi tantangan global.

Menurutnya, kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dini akan memberikan dampak besar terhadap keberlangsungan lingkungan hidup di masa mendatang.

Simbol Kepedulian Lingkungan Melalui Penanaman Pohon

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta melakukan aksi nyata berupa penanaman dua pohon mangga di area depan gedung kegiatan. Pohon ditanam secara simbolis di sisi kiri dan kanan area luar bangunan sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendukung penghijauan lingkungan.

Kegiatan penanaman pohon tersebut mendapat sambutan positif dari warga. Selain memberikan manfaat ekologis, pohon yang ditanam diharapkan dapat menjadi simbol kebersamaan dan pengingat akan pentingnya menjaga keseimbangan alam.

Momen tersebut juga menjadi bukti bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak hanya sebatas seremoni, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat.

Membangun Kesadaran Bersama

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di RW 09 Kayuringin Jaya menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara masyarakat, pengurus lingkungan, dan institusi kesehatan dapat menghasilkan gerakan positif dalam menjaga kelestarian alam.

Melalui edukasi, sosialisasi, dan aksi nyata seperti penghijauan, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan terus meningkat. Dengan demikian, lingkungan yang bersih, sehat, hijau, dan berkelanjutan dapat terwujud demi kualitas hidup yang lebih baik bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang.

Semangat yang ditunjukkan warga RW 09 Perumnas 2 bersama RS Primaya Bekasi pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun ini menjadi pesan kuat bahwa menjaga bumi bukan hanya tanggung jawab pemerintah atau kelompok tertentu, melainkan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. (SAA/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *