Beranda / Nasional / Kabar Duka Nasional, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia

Kabar Duka Nasional, Mantan Menhan Ryamizard Ryacudu Tutup Usia

Jakarta, sidikbangsa.com – Indonesia kembali berduka. Mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia sekaligus tokoh militer senior, Ryamizard Ryacudu, meninggal dunia pada Minggu (31/5/2026) pukul 14.03 WIB di ruang Cardiac Intensive Care Unit (CICU) RSPAD Gatot Soebroto setelah menjalani perawatan intensif. Kabar wafatnya almarhum segera menyelimuti keluarga besar TNI, kalangan pemerintahan, serta masyarakat luas yang selama ini mengenal sosoknya sebagai figur patriot, tegas, dan memiliki dedikasi tinggi terhadap pertahanan negara.

Kepergian Ryamizard menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Sosok yang dikenal konsisten menjaga nilai-nilai kebangsaan itu mengembuskan napas terakhir pada usia 75 tahun, meninggalkan jejak panjang pengabdian di dunia militer maupun pemerintahan. Ucapan belasungkawa pun mengalir dari berbagai kalangan, mulai dari pejabat negara, purnawirawan TNI, tokoh masyarakat, hingga warga yang mengenang jasa dan kontribusinya selama puluhan tahun mengabdi kepada negara.

Berdasarkan informasi yang disampaikan Kepala Biro Informasi Pertahanan Sekretariat Jenderal Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, almarhum wafat pada pukul 14.03 WIB di RSPAD Gatot Soebroto Jakarta. Setelah dinyatakan meninggal dunia, jenazah langsung menjalani proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk prosesi penghormatan terakhir.

Ryamizard Ryacudu merupakan salah satu tokoh militer paling berpengaruh dalam sejarah pertahanan Indonesia. Karier militernya terbilang panjang dan cemerlang. Ia pernah menduduki berbagai jabatan strategis di lingkungan TNI Angkatan Darat, termasuk sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) dan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) periode 2002–2005. Selama memimpin Angkatan Darat, Ryamizard dikenal sebagai perwira yang tegas, berkarakter kuat, serta memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Setelah menyelesaikan pengabdiannya di dunia militer, Ryamizard kembali mendapat amanah besar dari negara. Pada pemerintahan Presiden Joko Widodo, ia dipercaya menjabat sebagai Menteri Pertahanan Republik Indonesia periode 2014–2019. Dalam masa kepemimpinannya, berbagai program strategis pertahanan nasional terus diperkuat, termasuk pembangunan kesadaran bela negara, modernisasi pertahanan, serta peningkatan kesiapsiagaan menghadapi ancaman keamanan nasional maupun global.

Di mata banyak kalangan, Ryamizard bukan hanya seorang jenderal, tetapi juga pemikir pertahanan yang memiliki perhatian besar terhadap persatuan bangsa. Ia kerap menekankan bahwa kekuatan suatu negara tidak hanya ditentukan oleh alat utama sistem persenjataan, melainkan juga oleh kokohnya persatuan rakyat dan semangat nasionalisme. Gagasan-gagasannya mengenai bela negara menjadi salah satu warisan penting yang masih relevan dalam menghadapi berbagai tantangan kebangsaan saat ini.

Semasa hidupnya, Ryamizard dikenal sebagai sosok yang lugas, berani menyampaikan pandangan, dan tidak pernah ragu membela kepentingan bangsa. Ketegasan tersebut membuat dirinya disegani di lingkungan militer, sekaligus dihormati di kalangan pemerintahan dan masyarakat luas. Bagi banyak prajurit, ia merupakan figur pemimpin yang memiliki kepedulian tinggi terhadap kesejahteraan anggota dan penguatan institusi TNI.

Hingga Minggu sore, pihak keluarga masih berkoordinasi terkait rangkaian prosesi penghormatan terakhir dan pemakaman almarhum. Informasi yang beredar menyebutkan jenazah akan terlebih dahulu disemayamkan di rumah duka sebelum dimakamkan dengan upacara militer sebagai bentuk penghormatan negara atas jasa dan pengabdiannya selama puluhan tahun. Peti jenazah almarhum juga dilaporkan dibalut Bendera Merah Putih saat diberangkatkan dari RSPAD menuju rumah duka.

Kepergian Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu menjadi catatan duka dalam perjalanan bangsa Indonesia. Dedikasi, pengabdian, dan kontribusinya dalam menjaga kedaulatan serta memperkuat sistem pertahanan nasional akan selalu dikenang sebagai bagian penting dari sejarah Indonesia.

Selamat jalan, Jenderal. Bangsa ini akan selalu mengenang pengabdian dan perjuanganmu. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa serta keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, dan keikhlasan dalam menghadapi kehilangan ini. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *