Beranda / Nasional / Bona Taon PPDB Jabodetabek 2026 Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan dan Melestarikan Budaya Batak

Bona Taon PPDB Jabodetabek 2026 Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan dan Melestarikan Budaya Batak

Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Perhelatan Bona Taon atau syukuran awal tahun yang digelar keluarga besar PPDB (Parsadaan Pasaribu Dohot Boru) se-Jabodetabek bukan sekadar seremoni tahunan semata. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual, mempererat tali persaudaraan, sekaligus menjaga warisan budaya Batak agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman modern.

Pengurus PPDB Jabodetabek, Erlan Pasaribu, mengatakan Bona Taon memiliki makna mendalam bagi seluruh keluarga besar marga Pasaribu dan borunya. Tradisi ini menjadi wadah kebersamaan untuk memanjatkan doa dan rasa syukur kepada Tuhan agar seluruh anggota diberikan perlindungan, kesehatan, rezeki, serta keberkahan sepanjang tahun 2026.

Menurutnya, semangat Bona Taon tidak hanya berfokus pada aspek seremonial, tetapi juga memperkuat hubungan kekeluargaan antaranggota PPDB yang tersebar di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek).

“Harapan utama dalam Bona Taon ini adalah bagaimana seluruh keluarga besar PPDB tetap solid, saling mendukung, menjaga kebersamaan, dan mempererat tali persaudaraan di mana pun berada. Nilai kekeluargaan harus terus dijaga agar hubungan antaranggota semakin harmonis,” ujar Erlan Pasaribu salah satu Pengurus PPDB Jabodetabek yang dihubungi di kediamannya di kawasan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Ia menegaskan, bahwa keberadaan anggota PPDB Jabodetabek tercatat sekitar 4000 jiwa dan Bona Taon juga menjadi sarana penting dalam menjaga identitas budaya Batak di tengah arus modernisasi yang terus berkembang. Generasi muda, kata dia, harus tetap dikenalkan pada nilai adat, silsilah keluarga, tata krama, serta filosofi hidup orang Batak agar tidak tercabut dari akar budaya leluhur.

“Budaya harus diwariskan kepada anak cucu kita. Jangan sampai generasi muda hanya mengenal budaya luar, tetapi lupa terhadap identitas dan sejarah leluhurnya sendiri. Karena itu, Bona Taon menjadi ruang edukasi budaya yang sangat penting,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Erlan juga mengimbau seluruh anggota PPDB se-Jabodetabek baik remaja atau muda mudi maupun orangtua yang tergabung di PPDB supaya terus menjaga kekompakan organisasi dan membangun komunikasi yang baik antar sesama anggota. Menurutnya, persatuan menjadi modal utama agar PPDB tetap eksis dan dihormati di tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh keluarga besar PPDB dapat mengedepankan semangat gotong royong, saling menghargai, dan menjaga nama baik organisasi demi keberlangsungan generasi mendatang.

“Saya mengajak seluruh keluarga besar PPDB di Jabodetabek agar bersama-sama menjaga keakraban, memperkuat kekompakan, dan menjaga harkat serta martabat PPDB ke depan. Jika kita tetap bersatu, maka PPDB akan semakin kuat dan menjadi kebanggaan bagi seluruh keturunan Pasaribu,” pintanya.

Perayaan Bona Taon sendiri selama ini telah menjadi agenda rutin tahunan yang selalu dinantikan keluarga besar marga Pasaribu dan boru. Selain diisi doa bersama dan ibadah syukur, kegiatan tersebut biasanya juga diramaikan dengan pertunjukan seni budaya, tortor, ramah tamah keluarga besar, hingga penguatan silaturahmi lintas generasi.

Atmosfer kekeluargaan yang hangat menjadi ciri khas dalam setiap pelaksanaan Bona Taon. Tidak hanya menjadi ajang temu kangen antaranggota keluarga besar yang lama tak bersua, acara ini juga menjadi simbol kuatnya persaudaraan masyarakat Batak perantauan yang tetap menjunjung tinggi adat istiadat dan nilai budaya leluhur.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, PPDB Jabodetabek berharap Bona Taon 2026 mampu menjadi energi positif untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan ke depan, sekaligus memperkokoh persatuan keluarga besar Pasaribu di perantauan. (Pas/Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *