Jakarta, sidikbangsa.com – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Mohammad Jumhur Hidayat sebagai Menteri Lingkungan Hidup (LH) sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) dalam Kabinet Merah Putih periode 2024–2029. Pelantikan berlangsung di Istana Negara, Senin (27/4/2026), bersamaan dengan sejumlah pejabat strategis lainnya.
Selain Jumhur, Presiden juga melantik Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan, Muhammad Qodari sebagai Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Indonesia, serta Hanif Faisol Nurofiq sebagai Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pengangkatan Jumhur tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 51 P tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Menteri serta Wakil Menteri Negara. Namun, dalam pernyataan perdananya usai pelantikan, Jumhur lebih banyak menyoroti isu ketenagakerjaan bidang yang selama ini melekat dengan kiprahnya sebagai tokoh buruh nasional.
Ia bahkan menegaskan tetap akan memimpin langsung aksi damai buruh dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada 1 Mei 2026 mendatang. Aksi tersebut direncanakan melibatkan sekitar 40 ribu buruh yang akan melakukan konvoi sepeda motor menuju kawasan Monas.
“Saya sendiri rencanakan itu hari libur. Kalau pun saya sudah dilantik, saya akan tetap ikut memimpin. Dari Jakarta sekitar 40.000 buruh akan naik motor,” ujar Jumhur di Kompleks Istana Kepresidenan.
Menurutnya, peringatan May Day tahun ini bukan hanya menjadi ajang konsolidasi buruh, tetapi juga momentum untuk merayakan sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai semakin berpihak kepada pekerja. Ia menyebut pemerintah tengah menyiapkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Mitigasi PHK melalui Keputusan Presiden sebagai langkah konkret melindungi tenaga kerja dari ancaman pemutusan hubungan kerja.
Tak hanya itu, Jumhur juga menyoroti pentingnya pengetatan regulasi tenaga alih daya (outsourcing). Ia berharap reformasi kebijakan ketenagakerjaan dapat menciptakan sistem yang lebih adil dan berkelanjutan bagi seluruh pekerja di Indonesia.
Di sisi lain, sebagai Menteri Lingkungan Hidup yang baru, Jumhur mengakui tantangan besar sudah menanti. Ia menegaskan akan segera fokus pada sejumlah persoalan mendesak, terutama pengelolaan sampah yang masih menjadi masalah kronis di berbagai daerah.
“Menteri LH banyak tugas dan harus kita tuntaskan dengan kerja keras. Yang paling di depan mata ya soal sampah. Selain itu, kita juga harus mengikuti perkembangan isu dan kesepakatan internasional secara bertahap,” kata dia.
Pernyataan Jumhur yang lebih menonjolkan isu buruh ketimbang lingkungan hidup memunculkan sorotan publik. Namun demikian, ia menegaskan komitmennya untuk tetap menjalankan tugas sebagai Menteri Lingkungan Hidup secara profesional, sambil tetap menjaga kedekatan dengan aspirasi kaum pekerja yang selama ini menjadi basis perjuangannya. (Red)









