“Lumpur dari Galian Pipa PAM Meluber di Jalan Kemakmuran Bekasi, Warga Khawatir Picu Kecelakaan.”
Kota Bekasi, sidikbangsa.com – Proyek galian pipa air PAM di Jalan Kemakmuran RT 05/02, Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, kembali menimbulkan persoalan bagi masyarakat sekitar. Pada Kamis malam (13/2/2025) sekitar pukul 21.15 WIB, lumpur tiba-tiba keluar dari bekas lokasi galian dan meluber hingga ke badan jalan, tepat di depan RS Hermina Bekasi.
Peristiwa tersebut membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan pengendara yang melintas, terutama karena kejadian berlangsung pada malam hari saat jarak pandang terbatas.
Salah seorang warga setempat, Dedi, mengaku terkejut saat menyaksikan lumpur tersebut keluar secara tiba-tiba dari bekas galian proyek pipa air.
“Saya sedang berada di lokasi, tiba-tiba lumpur keluar dari bekas galian pipa air PAM. Kondisinya seperti di Lapindo,” ujarnya.
Warga menduga pengerjaan proyek tidak dilakukan secara maksimal serta minim pengawasan. Bekas galian diduga tidak dipadatkan atau ditutup secara sempurna, sehingga ketika terjadi perubahan tekanan air atau kondisi tanah, lumpur kembali muncul ke permukaan jalan.
Meski warga telah melaporkan kejadian tersebut kepada mandor proyek dan sempat dilakukan pembersihan awal, hingga berita ini diterbitkan sisa lumpur masih terlihat di lokasi. Bahkan, kondisi aspal di sekitar titik galian tampak retak dan bergelombang.
Kondisi tersebut dinilai meningkatkan risiko bagi pengguna jalan dan berpotensi memicu kecelakaan lalu lintas, mengingat Jalan Kemakmuran merupakan salah satu jalur yang cukup ramai dilalui kendaraan.
Ironisnya, proyek infrastruktur yang seharusnya meningkatkan pelayanan publik justru menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat sekitar.
Warga pun mengimbau pihak kontraktor maupun instansi terkait agar tidak mengabaikan kondisi tersebut dan segera melakukan perbaikan menyeluruh, bukan sekadar pembersihan sementara.
Jika tidak segera ditangani secara serius, warga khawatir kejadian serupa akan kembali terulang dan bahkan berpotensi menimbulkan korban jiwa. (Red)









