Home / Daerah / Banjir Bertahan Sepekan Lebih, BPBD Banten Fokus Pantau Sungai Cidurian

Banjir Bertahan Sepekan Lebih, BPBD Banten Fokus Pantau Sungai Cidurian

Tangerang, sidikbangsa.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten mencatat sejumlah wilayah di Banten masih terendam banjir sejak 13 Januari 2025. Hingga kini, genangan air dilaporkan belum sepenuhnya surut di beberapa titik di Kabupaten Pandeglang dan Kabupaten Tangerang.

Kepala Pelaksana BPBD Banten, Lutfi Mujahidin, mengatakan pihaknya terus meminta pemerintah daerah serta jajaran BPBD kabupaten/kota untuk melakukan pemantauan intensif dan langkah mitigasi di wilayah rawan banjir.

“Banjir sampai hari ini masih terpantau di Pandeglang dan Kabupaten Tangerang,” ujar Lutfi kepada wartawan, Rabu (21/1/2026).

Di Kabupaten Pandeglang, banjir masih menggenangi Desa Tekuk Lada, Kecamatan Sobang, serta Desa Idaman, Kecamatan Patia. Sementara di Kabupaten Tangerang, genangan air masih terjadi di Desa Patrasana dan Desa Pasirampok, Kecamatan Kresek, serta Desa Kandawati dan Desa Gunung Kaler, Kecamatan Gunung Kaler.

Lutfi menjelaskan, banjir yang bertahan cukup lama tersebut tidak hanya dipicu oleh tingginya curah hujan, tetapi juga akibat meluapnya Sungai Cidurian yang melintasi wilayah Pandeglang dan Kabupaten Tangerang.

“Kondisi saat ini masih rawan, khususnya di bantaran Sungai Cidurian yang debit airnya belum stabil,” ungkapnya.

Meski demikian, Lutfi menyebut sejumlah kecamatan lain yang sebelumnya terdampak banjir mulai menunjukkan perkembangan positif, dengan genangan air yang berangsur surut sejak kemarin.

Untuk hari ini, BPBD Banten kembali meningkatkan kewaspadaan menyusul hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah Banten sejak Selasa malam hingga Rabu pagi.

“Karena hujan turun secara terus-menerus sejak semalam hingga pagi ini, kami masih menunggu pembaruan terbaru dari rekan-rekan di lapangan,” imbuh Lutfi.

BPBD Banten pun mengimbau masyarakat, khususnya yang bermukim di daerah rawan banjir dan bantaran sungai, agar tetap waspada serta segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air atau kondisi darurat lainnya. (Red)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *